BREAKING NEWS
 

Setengah Tahun Program Makan Bergizi Gratis–MBG

Jumat, 25 Juli 2025 20:58 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Bulan Juli ini program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan selama 6 bulan, dan diberitakan sudah atau akan segera mencakup hampir 7 juta penerima manfaat, artinya melebihi total penduduk Singapura yang berjumlah 5,9 juta orang.

Karena sudah setengah tahun berjalan, maka baik kalau kita evaluasi, dan disampaikan empat masukan pelaksanaannya. 

Pertama adalah bagaimana pentingnya melihat program Makan Bergizi Gratis ini sebagai suatu kerangka yang lengkap, yang oleh   “World Food Program” disebut sebagai “School Nutrition Package Framework”.

Ada lima kegiatan utama di dalamnya, yaitu makanan bergizi, literasi tentang gizi, suplementasi, aktifitas fisik dan suasana lingkungan makanan sekolah yang baik.  

Baca juga : Boja Hodak Senang Program TC Di Thailand Sesuai Harapan

Kedua, perlu kkita sadari bahwa kegiatan MBG di negara kita dan berbagai negara dunia akan punya peran penting dalam pencapaian “Sustainable Development Goals (SDG)”.

Dampaknya setidaknya pada empat tujuan SDG, yaitu Tanpa Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta Pendidikan Berkualitas.

Adsense

Ketiga adalah dua aspek pokok kesehatan, yaitu jaminan mutu gizi makanan dan keamanan pangan (“food security”).

Untuk jaminan mutu gizi maka perlu diperhatikan gizi seimbang sesuai konsep “Isi Piringku”, sementara untuk keamanan pangan maka semua pengelola Makan Bergizi Gratis–MBG di negara kita harus berpegang teguh pada prinsip keamanan pangan sejak mulai ketersediaan bahan pangan sampai masakan tersaji di depan anak-anak, atau konsep “from farm to plate”. 

Baca juga : Program Makan Bergizi Gratis Mulai Sasar Sekolah Rakyat

Keempat, aspek kepemimpinan dan manajemen pengorganisasian jelas punya peran amat penting, setidaknya karena tiga hal.

Pertama karena lintas sektor yang terlibat amat luas, di pusat dan di daerah serta di lapangan, yang membutuhkan koordinasi yang mantap.

Kedua karena cakupan program juga amat luas, sampai puluhan juta penerima manfaatnya, yang tentu pengelolaannya dapat amat kompleks.

Ketiga, ini bukan hanya program yang bermanfaat tetapi juga punya nilai mulia, dan karena itu harus dikerjakan dengan pengelolaan manajemen mumpuni serta pengabdian dengan nilai yang luhur. 

Baca juga : Negosiasi Eropa Tuntas, Prabowo Mainkan Peran Strategis Di Dunia

Prof Tjandra Yoga Aditama adalah Direktur Pascasarjana Universitas YARSI dan Adjunct Professor Griffith University.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense