BREAKING NEWS
 

Salah Kasih Minum Kepada Bhisma

Senin, 28 Juli 2025 08:10 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Bagi sebagian orang, penyajian minuman erat dengan etika dan tatakrama. Salah menyajikan minum berakibat fatal. Seperti yang terjadi pada Presiden Prabowo pekan silam. Minuman kelangenan Pak Prabowo adalah kopi pahit. Karena minuman kopi dapat meningkatkan daya pikir Pak Presiden. Namun waktu diberikan secangkir minuman teh, ajudan kena semprot yang semestinya tidak perlu terjadi.

“Kalau sudah candu kopi susah tergantikan Mo," celetuk Petruk cengengesan. Romo Semar tidak tertarik menimpali komentar Petruk. Romo Semar sedang prihatin dengan semakin maraknya PHK dan pengangguran. Keadaan ini kalau tidak segera dicarikan solusi, bukan tidak mungkin menggerus angka pertumbuhan ekonomi kita.

Seperti biasa Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Pisang rebus dan penganan jadah bakar menambah nikmatnya sarapan pagi di Padepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabarata. Di mana, Duryudana kena semprot Resi Bhisma, gara-gara salah kasih minuman.

Baca juga : Sebulan Cuma Minum Bir Tanpa Makanan

Kocap kacarito, Perang Baratayuda sudah memasuki hari kedelapan. Banyak satria dan senopati dari kedua belah pihak gugur di medan laga. Resi Seto dan Wratsangka dari pihak Pandawa gugur oleh Resi Bhisma. Kesaktian Senopati Wirata masih kalah jauh dibanding Resi Bhisma senopati pihak Kurawa.

Prabu Kresna sempat marah melihat korban berjatuhan dari pihak Pandawa. Sebagai botoh Pandawa, Kresna mempunyai tanggung jawab moral untuk memenangkan Pandawa dalam perebutan kekuasaan Kerajaan Hastina. Dewa Narada turun tangan mengingatkan Prabu Kresna untuk tidak intervensi perang Baratayuda.

Adsense

Narada memberi petunjuk kepada Kresna, bahwa yang bisa mengalahkan kesaktian Resi Bhisma adalah senopati wanita. Kresna tanggap dengan petunjuk Dewa Narada. Konon Resi Bhisma sewaktu masih muda memiliki masalah dengan calon Istrinya yaitu Dewi Ambika. Dewi Ambika tewas oleh resi Bhisma. Dan sampai saat ini arwah Dewi Ambika masih belum bisa kembali dengan sempurna.

Baca juga : Lelah Jadi Muda

Kresna menunjuk Srikandi maju sebagai senopati melawan kesaktian Resi Bhisma. Awalnya Srikandi keberatan melawan pepunden satria Pandawa tersebut. Tetapi setelah dijelaskan panjang lebar, akhirnya Srikandi bersedia maju perang ke Kuru Setera melawan Bhisma dan pasukan Kurawa.

Resi Bhisma kaget melihat Srikandi maju perang menghadapi dirinya. Bhisma ingat kejadian beberapa tahun silam bahwa dirinya pernah membunuh calon istrinya Dewi Ambika. Maka begitu melihat Srikandi melepas anak panah, yang terlihat Dewi Ambika yang menuntut balas kepada Bhisma.

Bhisma jatuh tersungkur terkena panah Srikandi. Sebelum ajal menjemput, Bhisma kehausan memanggil Duryudana untuk diberikan minuman. Duryudana sigap memberikan segelas minuman keras ke Resi Bhisma. Namun, Bhisma menolak minuman yang diberikan Duryudana tersebut. Resi Bhisma marah dan mengutuk Duryudana bahwa kelak akan menelan kekalahan dalam perang Baratayuda.

Baca juga : Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Ini Harapan Fahira Idris

"Minuman apa yang diminta Resi Bhisma, Mo,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Minuman seorang senopati dalam mengemban tugas adalah tetesan darah para para prajurit yang telah gugur,” jawab Romo Semar pendek.

"Itulah filsafah dan teladan bagi seorang pemimpin untuk sabar dalam bertutur kata," papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense