BREAKING NEWS
 

Cek Kesehatan Gratis Untuk Siswa Sekolah

Selasa, 5 Agustus 2025 07:06 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Media massa melaporkan bahwa Program Cek Kese­hatan Gratis (CKG) untuk siswa sekolah akan dimulai pada Senin, 4 Agustus 2025, bertepatan dengan awal tahun ajaran baru. Acara peluncuran akan dilaksanakan serentak di 12 lokasi sekolah/madrasah/pesantren yang tersebar di ­berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Sidoarjo, dan Tangerang.

Sasaran program ini mencakup 53,8 juta anak pada jenjang SD, SMP, dan SMA atau setara di seluruh Indonesia. Laman Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa pemerik­saan CKG akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

Untuk SD/sederajat, terdapat 13 jenis pemeriksaan, termasuk status gizi, tekanan darah, kebugaran fisik, kesehatan gigi, mata, telinga, kesehatan mental, serta riwayat imunisasi.

Untuk SMP/sederajat, terdapat 15 jenis pemeriksaan, salah satunya adalah skrining talasemia dan tes kadar hemoglobin melalui pengambilan darah sederhana dari ujung jari.

Untuk SMA/sederajat, ada 14 jenis pemeriksaan, dengan tambahan aspek kesehatan reproduksi.

Baca juga : Menpora Tinjau Program Cek Kesehatan Gratis Di SMKN 26 Jakarta

Laman Kementerian Sekre­tariat Negara menuliskan ­bahwa pada tahun 2025, Peme­rintah menargetkan 53 juta peserta didik di seluruh Indonesia mengikuti program CKG Sekolah. Program ini akan menjangkau 282.317 satuan pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK, termasuk madrasah, pesantren, serta Sekolah Rakyat.

Sebelum peluncuran resmi pada 4 Agustus 2025, program CKG sebenarnya telah lebih dulu diterapkan kepada 7.000 anak di 72 Sekolah Rakyat. Hasil pemeriksaan yang telah diberitakan media menyebutkan bahwa 49 persen siswa mengalami masalah gigi, 33 persen kurang bugar, dan 26 persen menderita anemia.

Selain itu, juga ditemukan masalah kesehatan ­mata ­hingga penyakit menular ­seperti tuberkulosis.

Adsense

Sesuai prinsip kesehatan masyarakat, pemeriksaan ke­sehatan bagi siswa sekolah seharusnya memiliki dua tujuan utama, bukan semata-mata untuk cek kesehatan. Pertama, untuk deteksi dini gangguan kesehatan pada anak sekolah. Kedua, untuk meningkatkan pemahaman kesehatan bagi anak dan lingkungan sekolah.

Karena itu, kegiatan ini perlu mencakup lima hal. Pertama, pemeriksaan lengkap bagi murid sekolah, sesuai program yang ditetapkan. Semakin lengkap, semakin baik. Kedua, penyuluhan kesehatan, tidak hanya kepada murid, tetapi juga kepada guru dan petugas sekolah lainnya.

Baca juga : Ribuan Pelajar Di Tangsel Ikuti Cek Kesehatan Gratis & Edukasi Kebersihan

Ketiga, tindak lanjut hasil pemeriksaan. Anak yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan, meski masih ringan, perlu segera ditangani. Keempat, pelibatan pihak inter­nal sekolah dalam tindak lanjut, seperti UKS, petugas kese­hatan sekolah, atau guru yang ditetapkan sebagai ­pe­nanggung jawab kesehatan. Mereka berperan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bukan hanya mengobati yang sakit. Kelima, keterlibatan puskesmas, karena memiliki tanggung jawab wilayah.

Puskesmas perlu terus ber­koordinasi dengan pihak sekolah, mencakup lima aspek pelayanan kesehatan primer (Primary Health Care-PHC).

Pertama, menyusun penjadwalan program CKG di sekolah-sekolah wilayah kerjanya, dengan koordinasi agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Beberapa negara bahkan menggunakan sistem elektronik: Electronic School Screening Schedule.

Kedua, mengirim tim kesehatan lengkap ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan dengan standar mutu terjamin, berdasarkan bukti ilmiah (evidence-based screening services). Ketiga, melakukan tindak lanjut berupa rujukan ke Puskesmas atau rumah sakit bagi siswa yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

Keempat, mengelola dan menganalisis data hasil peme­riksaan secara baik untuk ­mendukung terwujudnya sekolah sehat. Kelima, menjalankan upaya promotif dan preventif, seperti imunisasi, menjaga ­kebersihan ling­kungan sekolah, serta penyu­luhan dan promosi kesehatan lainnya.

Baca juga : Cetak Gol Di Ultah Gladbach, Diks Unjuk Gigi Di Laga Perdana

Sebagai contoh, saya, seba­gai warga kota yang tinggal di Cilandak, pernah diminta oleh Puskesmas Cilandak untuk memberikan ceramah kese­hatan kepada guru-guru SD di lingkungan Kecamatan Cilandak. Saya berpartisipasi sebagai warga biasa yang kebe­tulan memiliki pengetahuan kesehatan.

Saya percaya, masih ­banyak warga lainnya yang siap ikut berperan dalam menjaga kesehatan anak-anak sekolah di sekitar kita, sesuai minat, kesempatan dan kemampuan masing-masing.

Prof Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI
- Adjunct Professor Griffith University – Brisbane, Australia
- Penerima Rakyat ­­Mer­deka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Ke­sehatan Masyarakat
- Penerima Rekor MURI April 2024 sebagai Penulis Artikel Covid-19 Ter­banyak di Media Massa

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense