Dark/Light Mode

Energi Dari Kalimantan, Asa Untuk Indonesia

Sabtu, 19 Juli 2025 07:05 WIB
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Sunaryanto. (Foto: Fazry/RM)
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Sunaryanto. (Foto: Fazry/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di balik lebatnya rimba Kalimantan dan luasnya perairan pesisirnya, tersimpan denyut energi yang tidak henti menyala. Di sana, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan anak-anak usahanya bekerja siang malam memastikan energi tak sekadar mengalir ke rumah-rumah dan pabrik-pabrik di Pulau Jawa, tetapi juga merawat harapan dan cita-cita besar, yakni kemandirian energi nasional.

Tidak banyak yang tahu, se­bagian besar gas yang kita nik­mati sebagai listrik berasal dari ladang minyak dan gas (migas) di Kalimantan Timur. Pada 2025, PHI, subholding upstream Pertamina yang mengelola operasi hulu migas di Regional 3 Kalimantan, menorehkan lang­kah strategis penting.

Dalam ajang The 49th Indo­nesian Petroleum Association (IPA) Convention & Exhibition di ICE BSD, Tangerang, PHI menandatangani dua Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Grup PLN.

Perjanjian ini menjadi bukti nyata kontribusi Kalimantan dalam menjawab tantangan ketahanan energi dan transisi menuju energi bersih.

Gas yang disalurkan dari Kali­mantan akan memenuhi kebutuhan listrik nasional hingga tahun 2027, dengan total pasokan men­capai 5 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) dan hingga 36 miliar British Thermal Unit per Day (BBTUD).

“Langkah konkret PHI untuk mendukung kemandirian energi nasional adalah dengan meningkatkan kinerja dan terus berinvestasi dalam eksplorasi serta eksploitasi,” ujar Direktur Utama PHI Sunaryanto dalam rilisnya, Selasa (20/5/2025).

PHI tak hanya bicara kontrak. Mereka berbicara dengan kerja keras. Anak perusahaan PHI, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), sedang menggenjot Proyek Sisi Nubi AOI (SNB AOI) di lepas pantai Kalimantan Timur.

Baca juga : Anak Bangsa Harus Kelola Sumur Minyak, Bukan Asing

Proyek strategis ini terdiri dari enam anjungan lepas pantai (offshore platform), yang akan menambah kapasitas produksi gas rata-rata 30 MMSCFD per platform.

Teknologi menjadi pembeda. Untuk pertama kalinya di Indo­nesia, digunakan Suction Pile Foundation, metode inovatif pemasangan kaki-kaki platform bawah laut yang lebih cepat dan ramah lingkungan.

Pipa bawah laut sepanjang 22 kilometer pun telah dibentang­kan, menghubungkan anjungan baru dengan fasilitas existing.

“Penerapan teknologi mutakhir menjadi kunci keandalan proyek ini,” kata General Manager PHM Setyo Sapto Edi, dikutip dari keterangan tertulis perusahaan, Senin (26/5/2025).

Lebih dari 7 juta jam kerja selamat dicatatkan dalam proyek ini. Di tengah tekanan produksi dan tenggat waktu, keselamatan tetap jadi prioritas.

“Budaya HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) kami tidak bisa ditawar,” tegas Setyo.

Dukungan Pemerintah pun tidak pernah absen. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menin­jau langsung lapangan Senipah Peciko South Mahakam (SPS) milik PHM. Dalam kunjungan itu, Bahlil menegaskan penting­nya peran industri hulu migas dalam menjaga ketahanan energi.

Baca juga : Rano: Kalau Salah, Tindak!

“Saya berharap, PHM fokus meningkatkan lifting minyak dan Pemerintah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk eksplorasi migas,” ujar Bahlil, Rabu (30/4/2025).

Pencapaian PHM hingga kuar­tal I-2025 mencatatkan produksi gas sebesar 439 MMSCFD dan minyak 25,1 ribu barrel per hari (BOPD). Sebanyak 20 su­mur baru telah berhasil ditajak, membuktikan upaya menjaga produktivitas lapangan-lapangan tua (mature fields) yang men­jadi tulang punggung energi Indonesia.

Namun, energi bukan hanya soal volume produksi. Energi sejati adalah kemampuan untuk memberdayakan. Di Kaliman­tan, PHI memahami ini dengan sepenuh hati.

Melalui program unggulan Beasiswa Sobat Bumi Kaliman­tan (BSBK), PHI membuka jalan bagi anak-anak muda terbaik dari keluarga prasejahtera untuk menempuh pendidikan tinggi.

Tahun ini, PHI bersama-sama anak perusahaannya, termasuk PHM menyelenggarakan kem­bali Program BSBK, sebuah program CSR (Corporate Social Responsibility) flagship yang memberikan beasiswa penuh kepada putra-putri terbaik dari wilayah operasi perusahaan, terutama dari keluarga pra-sejahtera, untuk dapat mengenyam pendidikan di tingkat sarjana. Dan berkesempatan untuk terlibat pada kegiatan pelestarian lingkungan.

Tahun 2024, ada 15 penerima beasiswa yang kini sedang men­jalani perkuliahan di berbagai ju­rusan di universitas-universitas mitra di Kalimantan.

“Kini, mereka sedang merin­tis langkah untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tutur Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan, Kamis (17/7).

Baca juga : Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, Irak Cemaskan Garuda

Beasiswa ini dilaksanakan bersama Pertamina Foundation yang mengawal seleksi ketat, dari tes potensi akademik, wawancara, hingga pengembangan karakter.

Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menegaskan, penerima beasiswa adalah anak-anak muda yang tidak hanya cerdas, tapi juga punya kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Dari ladang gas hingga ru­ang kelas, dari anjungan lepas pantai hingga desa-desa pesisir Kalimantan, PHI menunjukkan bahwa energi bisa lebih dari sekadar komoditas. Ia adalah gerak, inovasi dan dedikasi. Ia adalah wujud kontribusi nyata Kalimantan untuk Indonesia.

Di tengah tantangan industri global dan menipisnya cadangan minyak, Kalimantan berdiri kokoh sebagai jangkar energi nasional.

Dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PHI dan anak perusahaannya membuktikan bahwa energi bisa dikelola dengan cerdas, selamat dan berkelanjutan.

Karena sejatinya, energi bu­kan hanya tentang yang dibakar. Tapi tentang semangat yang dikobarkan. Dan Kalimantan, dengan segala potensi dan inspirasinya, terus menyala untuk Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.