BREAKING NEWS
 

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (51)

Karya Peradaban Islam: Kalender Islam

Jumat, 3 Oktober 2025 06:00 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Setelah itu, Khalifah Umar bin Khatthab mengumpulkan para tokoh dan para sahabat yang berada di Madinah untuk menyepakati sistem penanggalan pemerintahan. Dalam musyawarah tersebut dibicarakan rencana akan membuat tarikh atau kalender Islam. Dalam musyawarah itu muncul berbagai usul tentang momentum yang akan digunakan sebagai penanggalan. Setidaknya ada lima usul yang muncul dalam musyawarah itu, yaitu:

  1. Momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW (‘Aam al-Fill, 571 M).
  2. Momentum pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul (‘Aam al-Bi’tsah, 610 M).
  3. Momentum Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
  4. Momentum wafatnya Nabi Muhammad SAW.
  5. Momentum Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah atau pisahnya negeri syirik ke negeri mukmin. Pada waktu itu, Makkah dinamakan Negeri Syirik atau bumi syirik. Pendapat terakhir ini diusulkan oleh Ali ibn Abi Thalib.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Perintis Tenaga Kincir Air (Hydropower)

Akhirnya musyawarah yang dipimpin oleh Amirul Mukminin, Umar Ibn Khatthab sepakat memilih momentum yang dijadikan awal kalender Islam ialah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Dan kalender Islam dinamakan Tahun Hijriyah. Kalender Islam menggunakan patokan bulan atau qamariyah (solar year). Berbeda dengan kalender Miladiyah atau Masehi yang menggunakan patokan matahari. Dibanding kalender Hijriyah, penanggalan Miladiyah/Masehi lebih tua, karena dihubungkan dengan kelahiran Nabi Isa atau Yesus Kritus menurut keyakinan umat kristiani. Antara keduanya terpaut cukup panjang, sekitar 579 tahun.***

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Kompas Dan Navigasi

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Jumat, 3 Oktober 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (51) Karya Peradaban Islam: Kalender Islam"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense