Dark/Light Mode

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (49)

Karya Peradaban Islam: Kompas Dan Navigasi

Rabu, 1 Oktober 2025 05:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu karya peradaban Islam yang amat penting ialah kompas dan navigasi. Teknologi kompas dan navigasi ini sesungguhnya sudah ada semenjak sebelum masehi, seperti di China dan India. Tetapi, menurut George Sarton dalam Introduction to the History of Science, belum pernah dimanfaatkan peradaban China dan India untuk membuat sebuah kompas, apalagi dimanfaatkan dalam sebuah pelayaran. Peradaban Islamlah yang pertama kali menemukan kompas dan navigasi lebih sempurna dengan menggunakan magnet sebagai alat penunjuk arah. Kompas dan navigasi juga dimanfaatkan dalam dunia pelayaran. Banyak sumber menyebutkan bahwa mobilitas manusia antarpulau dan antarbenua berkat kontribusi sains dan teknologi ilmuwan Islam yang menemukan kompas dan navigasi sekaligus dengan galangan kapal yang canggih.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Perintis Ilmu Kalkulus

Tidak bisa dikatakan bahwa ilmuwan Islam menjiplak temuan teknologi kompas dan navigasi dari abad sebelum masehi, karena struktur dan sistemnya sama sekali tidak sama. Para ilmuwan Islam mengembangkan kompas 32 titik dengan ketelitian yang amat tinggi. Kompas dan navigasi buatan ilmuwan Islam sudah diproduksi secara massal dan sudah digunakan oleh para pelaut pada abad ke-11 Masehi. Pertama kali kompas dan navigasi digunakan oleh pasukan marinir dunia Islam di berbagai ekspedisi. Karena itu, marinir dunia Islam di abad pertengahan karena sudah mampu menguasai teknologi kelautan, termasuk memanfaatkan jasa astronomi dan astrologi yang dihasilkan oleh sentuhan tangan-tangan terampil ilmuwan Islam.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Perintis Geologi Dan Geografi

Dari hari ke hari, kompas dan navigasi terus disempurnakan oleh para ilmuwan Islam, hingga pada saatnya lahir kompas dan navigasi yang lebih besar dan lebih canggih. Temuan kompas dan navigasi yang canggih ini seolah mempercepat proses globalisasi. Para penemu benua yang diklaim oleh dunia Barat sesungguhnya menggunakan alat-alat canggih dunia Islam. Pelaut-pelaut tersohor dunia Islam seperti Ibnu Batutah yang sudah beberapa kali berkeliling dunia dan mampir di sejumlah kepulauan dan benua, tetapi tidak tercatat sebagai penemu. Ibnu Batutah dengan ketawaduannya juga tidak pernah mau menepuk dada telah menemukan sejumlah wilayah. Padahal, sejarah mencatat bahwa jam melaut Ibnu Batutah mungkin terpanjang semenjak anak manusia lahir di muka bumi hingga pada masanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.