Pengamat Perlindungan Konsumen dan Kebijakan Publik
RM.id Rakyat Merdeka - Muncul kembali isu atau kasus terhadap produk BBM Pertamina. Kali ini banyak pengguna sepeda motor di Surabaya yang mengaku atau mengklaim sepeda motornya "mbrebet" setelah mengisi BBM di SPBU.
Terkait kasus ini, ada beberapa catatan. Pertama, sebaiknya Pertamina bertindak cepat untuk menguji lab produk pertalite di SPBU tersebut. Hal ini untuk membuktikan apakah kasus tersebut memang dipicu oleh kualitas pertalite dari SPBU yang bersangkutan, atau ada faktor lain.
Baca juga : Kementerian PPPA Dorong Kampus Jadi Ruang Aman
Kedua, aksi cepat dari Pertamina sangat penting untuk memitigasi agar kasus tersebut tidak semakin liar dan sulit dikendalikan. Hal ini bisa membentuk opini publik yang salah. Mengingat, jika dilihat narasinya, kasus tersebut sepertinya ada agenda seting tertentu dari pihak lain. Narasinya sama dengsn kasus kasus sebelumnya;
Ketiga, masyarakat sebagai pengguna BBM sebaiknya jangan terlalu mudah percaya dan terpancing dengan kasus yang muncul terkait BBM Pertamina.
Baca juga : Pertamina Gaspol Wujudkan Swasembada Energi Lewat Bahan Bakar Pesawat Hijau
Sebab, menurut data Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) terbukti selama 2024-2025, terdapat 32 kasus yang menyerimpung produk Pertamina. Semuanya berupa hoax, scamming, dan sejenisnya. Dengan kata lain kasus-kasus tersebut tidak benar, tidak mencerminkan fakta di lapangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.