Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Sebelumnya
Perhatian ini tidak hanya berupa bantuan medis dan pemulihan infrastruktur, tetapi juga dukungan psikososial untuk menyembuhkan luka batin. Khususnya kepada keluarga korban jiwa, pemerintah harus memberikan santunan dan pendampingan yang memadai sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi warganya.
Dengan fokus pada pemulihan korban dan perbaikan sistem, tragedi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat standar keamanan semua lembaga pendidikan di Indonesia.
Dukungan Sistemik
Baca juga : Persib Tetap Perkasa Meski Main 10 Pemain
Dukungan pemerintah terhadap para santri juga diwujudkan dengan lahirnya Hari Santri Nasional yang selalu digelar secara reguler pada 22 Oktober. Hal tersebut bermula dan diprakarsai oleh Muassis Nahdlatul Ulama (NU) seperti KH Hasyim Asy’ari tentang Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.
Sehingga, pemerintah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Alhasil, pemerintah selalu menggelar Hari Santri Nasional per tanggal tersebut di teritorialnya masing-masing, terutama di basis-basis pondok pesantren yang terletak di wilayah tersebut, termasuk digelar di pusat kota dan pondok pesantren.
Pada saat yang sama, pada kegiatan Hari Santri Nasional 2025 lalu, pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto juga akan membentuk satu Direktorat Jenderal Pondok Pesantren. Sehingga, dukungan yang diberikan pemerintah tampak riil dalam memerhatikan pondok pesantren dan santri.
Baca juga : SPBU Pertamina Musti Perbanyak Improvisasi Pelayanan
Karena itu, di tengah pergumulan modernitas saat ini, santri juga mengalami transformasi. Santri tidak sekadar menimba ilmu, melainkan turut dalam meningkatkan kompetensi melalui perdagangan, seperti peci, sarung, pakaian dan seterusnya.
Dalam konteks ini, terutama dukungan riil yang diberikan pemerintah terhadap pondok pesantren yang mengalami kerusakan dari infrastruktur yang runtuh juga diberikan.
Aksi cepat tanggap yang ditunjukkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintahan Presiden Prabowo dalam menangani korban dan memperbaiki pesantren yang roboh di Sidoarjo dan Situbondo merupakan langkah strategis yang layak diapresiasi. Respon yang cepat dan penuh empati ini bukan sekadar tindakan reaktif sesaat, melainkan cerminan dari komitmen negara untuk memastikan sirkulasi pendidikan agama dapat berjalan secara teratur dan berkualitas.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.