Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), asosiasi yang beranggotakan 14 masyarakat organisasi Islam yang sebagian besar telah berdiri sejak sebelum kemerdekaan, secara tegas mengutuk berbagai narasi jahat yang menyebarkan kebencian serta mendiskreditkan dunia pesantren.
LPOI mensinyalir adanya sindikasi jahat yang anti terhadap pesantren dan umat Islam.
Oleh karena itu, LPOI meminta masyarakat untuk mewaspadai berkembangnya sel-sel radikalisme yang masih menyusup di berbagai lini kehidupan dan menggunakan berbagai topeng profesi untuk melonjakkan pilar-pilar penopang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Umum LPOI, Prof.Dr.KH. Said Aqil Siroj mengutuk keras penyebarluasan narasi jahat terhadap pesantren dan ekosistemnya.
Baca juga : Persib Latihan Tanpa 12 Pemain Andalan
“Tindakan mereka bukan hanya menyebarkan kebencian dan mendiskreditkan dunia pesantren, tetapi juga membuktikan bahwa sel-sel radikalisme telah menyusup ke berbagai lini, berusaha menghancurkan pesantren sebagai salah satu pilar bangsa, sekaligus merupakan bentuk upaya terhadap umat Islam,” tuturnya.
“Mereka berusaha menghilangkan peran pesantren, para pemimpin, dan umat Islam yang selama ini nyata berjasa dalam dan kemerdekaan Indonesia,” imbuhnya.
Kiai Said, yang juga Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mensinyalir adanya upaya pembunuhan karakter atau pembunuhan karakter yang terstruktur dan sistematis untuk menghancurkan dunia pesantren dan ekosistemnya.
Kiai Said menegaskan, negara harus hadir dan tegas melindungi pesantren serta ekosistemnya, tidak membiarkan pelakunya lepas tanggung jawab hanya karena telah meminta maaf.
Baca juga : Wamenlu Havas Soroti Dampak EUDR Terhadap Petani Dalam Pertemuan ICWA
“Kesengajaan yang dilakukan sudah cukup menjadi bukti untuk ditindak tegas. Tujuannya agar tidak ada lagi yang berani melakukan upaya jahat yang merusak citra pesantren dan umat Islam,” ujarnya.
Sebagai pengasuh pondok pesantren, Kiai Said mengingatkan bahwa pesantren memiliki kontribusi besar bagi bangsa.
Pesantren telah eksis sejak sebelum kemerdekaan dan berpartisipasi dalam mencerdaskan masyarakat, memperjuangkan kemandirian, memberdayakan umat, serta menjadi bagian aktif dalam pembangunan bangsa.
"Jangan disepelekan! Lebih dari 24.000 jejaring pesantren dan potensi umat Islam merupakan kekuatan sosial nyata. Jangan sampai mereka terdorong melakukan perlawanan terhadap informasi kejahatan dan pemberitaan," tegasnya.
Baca juga : Menperin Optimis Kontribusi Manufaktur Terhadap PDB Kian Menguat
Kiai Said juga menjelaskan, pesantren merupakan kekuatan mandiri dengan tradisi dan sistem nilai tinggi dalam mendidik mental serta spiritual generasi bangsa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya