BREAKING NEWS
 

Urgensi Revitalisasi Pesantren

Sabtu, 1 November 2025 14:23 WIB
Prof. DR. Imam Subchi, MA
Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

 Sebelumnya 
Aksi cepat tanggap yang ditunjukkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintahan Presiden Prabowo dalam menangani korban dan memperbaiki pesantren yang roboh di Sidoarjo dan Situbondo merupakan langkah strategis yang layak diapresiasi. Respon yang cepat dan penuh empati ini bukan sekadar tindakan reaktif sesaat, melainkan cerminan dari komitmen negara untuk memastikan sirkulasi pendidikan agama dapat berjalan secara teratur dan berkualitas.

Dengan intervensi yang tepat sasaran, negara menunjukkan sensitivitasnya yang besar dalam membina kecerdasan umat, tidak hanya dari aspek spiritual dan moral tetapi juga dari sisi keamanan dan kenyamanan infrastruktur. Hal ini menegaskan bahwa negara hadir sebagai penjaga yang memastikan generasi penerus bangsa dapat menimba ilmu dalam lingkungan yang aman dan layak, sehingga masa depan pendidikan agama tetap terjamin.

Langkah konkret pemerintah dalam memfasilitasi renovasi dan pembangunan kembali pesantren tersebut berperan signifikan dalam mempertebal kerja sama yang sinergis antara ulama dan pemerintah. Selama ini, pesantren sebagai basis pendidikan ulama dan tokoh agama telah berjasa besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca juga : Persib Tetap Perkasa Meski Main 10 Pemain

Tindakan pemerintah kali ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa negara sungguh-sungguh menyokong kepentingan pendidikan agama dan menghargai peran strategis para ulama. Hubungan mutualisme ini sangat penting untuk dikembangkan. Pemerintah memberikan dukungan fasilitas, sementara para ulama dan pesantren terus mencetak kader-kader bangsa yang berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Dampak kebajikan lainnya adalah memperkokoh ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim) dan mendorong gelombang filantropi Islam yang berkeadaban. Ketika negara turun tangan membantu, hal itu memancarkan sinyal positif kepada seluruh elemen masyarakat.

Tindakan pemerintah ini menjadi katalisator yang menginspirasi lahirnya gerakan sosial dan donasi dari berbagai lapisan umat Islam, yang tergerak untuk turut berbagi beban dan meringankan penderitaan saudara-saudaranya. Filantropi yang bangkit tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga berkeadaban karena dilandasi oleh semangat tolong-menolong dalam kebaikan dan tanggung jawab sosial, yang sejalan dengan nilai-nilai luhur agama.

Baca juga : SPBU Pertamina Musti Perbanyak Improvisasi Pelayanan

Berdasarkan data yang dihimpun, Indonesia memiliki kontribusi pesantren dan santri yang sangat signifikan dalam dunia pendidikan. Dikutip dari Dataloka, jumlah pondok pesantren di Indonesia pada 2025 diproyeksikan mencapai 42.391, dengan Jawa Barat sebagai provinsi yang memiliki jumlah pesantren terbanyak. Sementara itu, menurut data dari Kementerian Agama Republik Indonesia, jumlah santri pada 2023 telah mencapai 4,3 juta orang.

Angka-angka ini tidak hanya menunjukkan besarnya peran pesantren dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga merefleksikan kepercayaan dan harapan yang besar dari para orang tua terhadap pendidikan pesantren. Di tengah kekhawatiran akan degradasi moral dan lunturnya identitas budaya, banyak orang tua melihat pesantren sebagai benteng yang dapat membentuk karakter anak-anak mereka menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, spiritualis, dan memiliki ketahanan mental. Mereka berharap lingkungan pesantren yang menekankan nilai-nilai agama, disiplin, dan kemandirian dapat menjadi solusi untuk mencetak generasi yang unggul dan berintegritas di masa depan.

Publik perlu melihat ke dalam tentang diskusi pesantren hari ini. Jangan karena masalah yang kebetulan mendera pesantren sekarang, membuat mata sejarah kita tertutup. Pesantren senantiasa penting untuk merajut peradaban manusia dan eksistensinya harus tetap terjaga.

Baca juga : Internasionalisasi Islam Ala Presiden Prabowo

 

Penulis: Prof. Dr. Imam Subchi, M.A, Dosen Antropologi Islam Fakultas Adab dan Humaniora, Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense