Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
RM.id Rakyat Merdeka - Secara umum, suatu bangsa sudah tentu memiliki identitas nasional dan karakteristik yang berbeda dengan bangsa lainnya. Identitas ini diperoleh melalui proses pembangunan nasional, seperti perjuangan melawan status quo kekuasaan negara koloni, ketertindasan, dan diskriminasi yang sering kali berimbas kepada penduduk domestik.
Hal ini mengafirmasi keberadaan para aktor yang telah terlibat dalam proses tersebut, terutama pada dimensi aktor atau figur yang telah berjuang melawan hegemoni kekuasaan negara koloni, kebodohan, ketertindasan, dan keterbelakangan. Sehingga, suatu bangsa secara inheren memiliki aktor atau figur pahlawan yang sudah berjasa pada bangsanya, termasuk Indonesia.
Baca juga : Pemerintah Resmikan Paviliun Indonesia Di COP30, Tegaskan Komitmen Iklim
Dewasa ini, pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto telah memberikan gelar pahlawan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 116 TK/Tahun 2025. Gelar ini diberikan kepada para aktor yang telah berjasa membawa transformasi yang fundamental, di antaranya K.H Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto, Marsinah, Mochtar Kusumaatmadja, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, Sultan Muhammad Salahuddin, Syaikhona Muhammad Kholil, Tuan Rondahaim Saragih, dan Zainal Abidin Syah. Tercatat, penghargaan gelar pahlawan di Indonesia semakin mengalami peningkatan secara formalistik, di mana pada tahun 2019 tercatat sebanyak 185 gelar pahlawan nasional telah diberikan.
Pemberian gelar pahlawan tersebut tersemai kepada para aktor, baik sebelum maupun sesudah Indonesia merdeka. Bahkan, berdasarkan catatan dari Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan, dan Restorasi Sosial (K2KRS) Kemensos, gelar ini pertama kali diberikan kepada aktor Abdul Muis oleh Presiden Soekarno pada 30 Agustus 1959.
Baca juga : Peringati Hari Pahlawan, Dirut Pertamina: Perwira Pejuang Energi Indonesia
Pada saat yang sama, ada aktor yang populer pula di dunia pendidikan, yaitu Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan, yang juga telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Hal tersebut terekam pada perspektif yang telah disampaikan oleh Dwi Erianto (2020) yang mengatakan bahwa Ki Hajar Dewantara atau Suwardi Suryaningrat sangat kental dengan dunia pendidikan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.