BREAKING NEWS
 

Program CSR Sebaiknya Dialihkan Ke Lokasi Bencana Banjir Sumatera

Senin, 8 Desember 2025 18:32 WIB
Tulus Abadi
Pengamat Perlindungan Konsumen dan Kebijakan Publik

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat korban banjir di Pulau Sumatera hingga saat ini masih sangat memerlukan bantuan dari berbagai pihak, baik berupa natura maupun finansial. Kehadiran negara pun tampak belum sepenuhnya mampu memulihkan keadaan. Penggalangan dana publik juga sudah cukup masif, baik oleh lembaga maupun bahkan oleh personal/tokoh publik tertentu.

Oleh sebab itu, untuk mengakselerasi pemulihan masyarakat sebagai korban bencana, perlu bantuan yang lebih masif lagi. Dalam hal ini sangat mendesak agar program CSR (tanggung jawab sosial perusahaan) baik perusahaan swasta maupun bahkan BUMN diprioritaskan/dialihkan ke lokasi bencana banjir di Pulau Sumatera. Sebagaimana mandat UU Perseroan Terbatas, setiap perusahaan di Indonesia harus mengalokasikan sebagian nett profit-nya untuk program CSR.

Adsense

Baca juga : Pemprov DKI Kirim Bantuan Ketiga untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Namun, ada beberapa catatan krusial terkait pengalihan program CSR di lokasi bencana banjir.

Pertama, program CSR jangan menjadi kedok bagi perusahaan untuk melakukan iklan dan promosi atas produk perusahaannya. CSR tersebut harus murni untuk program CSR, tidak boleh ada promosi/iklan terselubung maupun secara terang-terangan. Apalagi jika perusahaan yang ber-CSR itu memproduksi atau memasarkan produk barang yang harus ada pengendalian secara ketat dan perlu dimitigasi dampak eksternalitasnya, misalnya produk tembakau/rokok atau bahkan produk minuman manis dalam kemasan (MBDK).

Baca juga : Ketua KPK Kerahkan Jajarannya Awasi Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera

Kedua, beriklan atau berpromosi di area bencana, apalagi dalam bungkus kegiatan CSR, adalah tindakan tidak etis. Jangan menjadikan para korban bencana sebagai objek eksploitasi iklan dan promosi produk perusahaannya.

Ketiga, program CSR dimaksud, selain untuk keperluan bahan pangan, obat-obatan, bahkan energi, juga seyogianya dialokasikan untuk kegiatan yang berkesinambungan atau kegiatan produktif. Sebab pasca ditimpa bencana, masyarakat banyak yang kehilangan mata pencaharian, baik sebagai nelayan, petani, maupun pelaku sektor UKM-UMKM. Diharapkan program CSR tersebut mampu mengentaskan mereka dari jerat bencana kemanusiaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense