Sebelumnya
Stabilitas nasional juga hanya dapat berdiri kokoh apabila ditopang oleh tata kelola pemerintahan dan aparatur negara yang bersih serta bertanggung jawab. Birokrasi yang profesional, transparan, dan akuntabel merupakan mesin utama pembangunan nasional. Ketika aparatur negara bekerja berdasarkan integritas, kompetensi, dan semangat pelayanan publik, kepercayaan masyarakat terhadap negara akan meningkat. Sebaliknya, praktik korupsi, penyalahgunaan kewenangan, dan lemahnya akuntabilitas akan menggerus legitimasi pemerintah sekaligus menghambat investasi dan pembangunan.
Pembangunan nasional membutuhkan kesadaran bersama, bahwa kepentingan nasional harus menjadi orientasi utama seluruh elemen bangsa. Kesadaran kebangsaan inilah yang akan menjadi benteng terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu persatuan nasional, baik dalam bentuk infiltrasi ideologi, penyebaran disinformasi, radikalisme, maupun kepentingan transnasional yang memanfaatkan ruang digital untuk memecah belah masyarakat.
Baca juga : MBG Dan Global Nutrition Report 2026
Bangsa yang memiliki kesadaran kuat terhadap kepentingan nasional akan mampu menempatkan perbedaan sebagai kekayaan demokrasi, bukan sebagai sumber permusuhan. Pendidikan karakter, penguatan nilai-nilai Pancasila, literasi digital, dan wawasan kebangsaan harus terus diperkuat agar masyarakat memiliki daya tahan terhadap berbagai bentuk manipulasi informasi yang berpotensi mengganggu stabilitas politik dan keamanan nasional.
Kesadaran akan kepentingan nasional tersebut harus diwujudkan dalam komitmen menjaga kedaulatan negara dalam seluruh dimensinya. Kedaulatan tidak hanya berarti menjaga keutuhan wilayah dari ancaman militer. Tetapi juga memastikan Indonesia memiliki kemampuan mengelola sumber daya alamnya sendiri, memperkuat ketahanan pangan dan energi, membangun industri nasional yang berdaya saing, serta menguasai teknologi strategis.
Baca juga : Perkuat Dan Waspada Sistem Pertahanan-Keamanan Guna Menjaga Kedaulatan NKRI
Seluruh ikhtiar tersebut hanya akan menghasilkan kekuatan nasional apabila dijiwai oleh semangat gotong royong. Gotong royong mengajarkan bahwa persoalan sebesar apa pun akan lebih mudah diselesaikan melalui kolaborasi daripada konfrontasi. Dalam konteks pembangunan nasional, semangat ini harus diwujudkan dalam sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, serta masyarakat.
Semangat gotong royong tersebut sekaligus menjadi jalan untuk mengaktualisasikan Trisakti Bung Karno dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berdaulat secara politik, berarti Indonesia mampu mengambil keputusan berdasarkan kepentingan nasional tanpa tekanan eksternal. Berdikari secara ekonomi, berarti membangun kekuatan ekonomi yang bertumpu pada produktivitas nasional, inovasi, dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Berkepribadian dalam kebudayaan, berarti menjaga jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi sehingga modernisasi tidak menghilangkan nilai-nilai luhur yang menjadi karakter Indonesia.
Baca juga : Bela Negara Menjadi Tugas Bersama Mewujudkan Kedaulatan NKRI
Trisakti bukan sekadar slogan politik. Melainkan arah strategis pembangunan nasional yang mengintegrasikan stabilitas, kedaulatan, dan kesejahteraan dalam satu kesatuan yang utuh. Tambahan pula Indonesia saat ini membutuhkan stabilitas ekonomi, politik, hukum, dan keamanan bukan sekadar untuk menjaga ketertiban, melainkan sebagai fondasi menuju Indonesia Raya.
Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Pemerhati Geopolitik, dan Geostrategi, serta Manajemen Pemerintahan. Dan Alumni US FACOM (sekarang INDO-PASIFIK) Tahun 2002.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.