Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Bangun 29 Bendungan, Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Daerah
- Terima Ancaman Bom, SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Disisir Densus 88
- TikTok Perkuat Transparansi dan Literasi Konten Buatan AI
- PGN Sebut Jaringan Gas Sumatera Makin Kuat, Investor Diajak Lihat Langsung
- Disebut sebagai Sahabat, Kapolri Panggil Jaksa Agung Kakak Asuh
Perkuat Dan Waspada Sistem Pertahanan-Keamanan Guna Menjaga Kedaulatan NKRI
Senin, 13 Juli 2026 08:02 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
RM.id Rakyat Merdeka - Perubahan lanskap keamanan global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan, bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara tidak lagi hadir hanya dalam bentuk agresi militer terbuka. Persaingan geopolitik antarnegara, perang siber, spionase, disinformasi, hingga perebutan pengaruh ekonomi telah menjadi instrumen baru yang digunakan untuk melemahkan suatu bangsa tanpa harus mengerahkan pasukan bersenjata.
Di tengah dinamika tersebut, Indonesia tidak boleh memandang pertahanan dan keamanan hanya sebagai urusan militer semata. Melainkan pula sebagai sistem nasional yang melibatkan kesiapan seluruh instrumen negara. Amanat Pasal 30 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan, bahwa pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), dengan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama yang didukung oleh seluruh komponen bangsa.
Baca juga : Bela Negara Menjadi Tugas Bersama Mewujudkan Kedaulatan NKRI
Konstitusi ini memberikan pesan yang jelas, bahwa menjaga kedaulatan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kesiapsiagaan nasional secara menyeluruh. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan wilayah laut yang luas, garis pantai yang panjang, serta posisi strategis di antara dua benua dan dua samudra, Indonesia membutuhkan kemampuan pertahanan yang mampu menjangkau seluruh wilayah yurisdiksinya.
Penguatan armada laut, pesawat tempur, sistem pertahanan udara, radar, hingga teknologi nirawak harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menjamin keamanan nasional. Lantaran perang modern berlangsung secara multidimensi, menggabungkan operasi militer dengan perang informasi, infiltrasi politik, manipulasi opini publik, sabotase ekonomi, hingga serangan siber terhadap infrastruktur strategis. Ancaman seperti ini sering kali tidak terdengar dentuman senjata, tetapi dampaknya mampu melumpuhkan stabilitas negara.
Baca juga : Pancasila Sebagai Kompas Transformasi Hukum, Industri Digital, Dan Persaingan Global
Oleh karena itu, sistem pertahanan Indonesia harus dibangun secara komprehensif dengan mengintegrasikan kekuatan militer, kemampuan intelijen, keamanan siber, ketahanan ekonomi, dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman. Di sinilah intelijen strategis memegang peranan yang semakin penting. Intelijen bukan sekadar alat pengumpul informasi, tetapi menjadi sistem peringatan dini yang mampu mendeteksi setiap potensi ancaman sebelum berkembang menjadi krisis nasional.
Kemampuan membaca dinamika geopolitik, mengidentifikasi infiltrasi kepentingan asing, memetakan jaringan spionase, serta mengantisipasi ancaman terhadap objek vital nasional merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pertahanan negara. Informasi yang akurat dan cepat akan menghasilkan keputusan strategis yang tepat, sedangkan kegagalan mendeteksi ancaman sejak awal dapat berakibat pada terganggunya stabilitas nasional dan melemahnya posisi Indonesia dalam menghadapi tekanan internasional.
Baca juga : Geopolitik Indonesia Diharapkan Lebih Stabil
Di era transformasi digital, kewaspadaan juga harus diarahkan pada ruang siber yang kini menjadi medan pertempuran baru. Serangan terhadap jaringan pemerintahan, pusat data nasional, sektor keuangan, energi, transportasi, dan komunikasi dapat mengganggu pelayanan publik sekaligus mengancam keamanan negara. Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence), komputasi awan, hingga Internet of Things telah menghadirkan peluang besar bagi pembangunan nasional, tetapi sekaligus membuka celah baru bagi berbagai bentuk kejahatan siber.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya