Dark/Light Mode

Perkuat Dan Waspada Sistem Pertahanan-Keamanan Guna Menjaga Kedaulatan NKRI

Senin, 13 Juli 2026 08:02 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

RM.id  Rakyat Merdeka - Perubahan ­lanskap ­keamanan global dalam ­beberapa tahun terakhir menunjukkan, bahwa ancaman ter­hadap kedaulatan negara tidak lagi hadir hanya dalam bentuk ­agresi militer terbuka. Persaingan geopolitik antarnegara, perang ­siber, spionase, disinformasi, hingga perebutan pengaruh ekonomi telah menjadi instrumen baru yang digunakan untuk melemahkan suatu bangsa tanpa harus mengerahkan pasukan ber­senjata.

Di tengah dinamika tersebut, Indonesia tidak boleh memandang pertahanan dan keamanan hanya sebagai urusan militer semata. Melainkan pula sebagai sistem nasional yang melibatkan kesiapan seluruh instrumen ­negara. Amanat Pasal 30 Undang-Undang Dasar ­Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan, bahwa per­tahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui Sistem Per­tahanan dan Keamanan ­Rakyat Semesta (Sishankamrata), ­dengan Tentara Nasio­nal ­Indonesia dan Kepolisian ­Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama yang didukung oleh seluruh komponen bangsa.

Baca juga : Bela Negara Menjadi Tugas Bersama Mewujudkan Kedaulatan NKRI

Konstitusi ini memberikan pesan yang jelas, bahwa menjaga kedaulatan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kesiapsiagaan nasional secara menyeluruh. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan wilayah laut yang luas, garis pantai yang panjang, serta posisi strategis di antara dua benua dan dua samudra, Indonesia membutuhkan kemampuan pertahanan yang mampu menjangkau seluruh wilayah yurisdiksinya.

Penguatan armada laut, pesawat tempur, sistem per­ta­hanan udara, radar, ­hingga ­tek­nologi ­nirawak harus dipan­dang ­se­bagai investasi ­jangka panjang untuk menjamin ­keamanan nasional. Lan­taran perang ­modern berlang­sung secara multidimensi, meng­gabungkan operasi militer ­dengan perang informasi, infil­trasi politik, manipulasi ­opini publik, sabotase ekonomi, hingga serangan siber terhadap infrastruktur strategis. Ancaman seperti ini sering kali tidak ter­dengar ­dentuman ­senjata, tetapi dampaknya mampu melumpuhkan stabilitas negara.

Baca juga : Pancasila Sebagai Kompas Transformasi Hukum, Industri Digital, Dan Persaingan Global

Oleh karena itu, sistem per­tahanan Indonesia harus di­bangun secara komprehensif dengan mengintegrasikan kekuatan militer, kemampuan intelijen, keamanan siber, ke­tahanan ekonomi, dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman. Di sinilah intelijen strategis memegang peranan yang semakin penting. Intelijen bukan sekadar alat pengumpul informasi, tetapi menjadi sistem peringatan dini yang mampu mendeteksi setiap potensi ancaman se­belum berkembang menjadi krisis ­nasional.

Kemampuan membaca ­di­namika geopolitik, meng­identifikasi infiltrasi kepen­tingan asing, memetakan jaringan ­spionase, serta mengantisipasi ancaman terhadap objek vital nasional merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pertahanan negara. Infor­masi yang akurat dan cepat akan menghasilkan keputusan strategis yang tepat, sedangkan kegagalan mendeteksi ancaman sejak awal dapat berakibat pada terganggunya stabilitas nasional dan melemahnya posisi Indonesia dalam menghadapi tekanan internasional.

Baca juga : Geopolitik Indonesia Diharapkan Lebih Stabil

Di era transformasi digital, kewaspadaan juga harus di­arah­kan pada ruang siber yang kini menjadi medan ­per­tempuran baru. Serangan ­ter­hadap ­jaringan pemerintahan, pusat data ­nasional, sektor ­keuangan, ­energi, transportasi, dan komunikasi da­pat mengganggu pela­yanan publik sekaligus mengancam ­kea­manan ­negara. Perkem­bangan kecer­dasan ­buatan (artificial intelligence), komputasi awan, hingga ­Internet of Things telah menghadirkan ­peluang besar bagi pembangunan ­nasional, tetapi ­sekaligus membuka celah baru bagi ber­bagai bentuk ­kejahatan siber.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.