Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Pada 15 September 2026 ini, saya melakukan presentasi dan dialog tentang tuberkulosis (TB) dengan RW dan RT serta kader kesehatan di lingkungan Kelurahan Gandaria Selatan, Cilandak, dekat rumah saya.
Saya senang karena ruang aula Kelurahan penuh dihadiri peserta warga dalam acara yang dikemas oleh Puskesmas Pembantu Gandaria Selatan, dan saya juga membawa beberapa mahasiswa STIKES Fatmawati.
Seperti pengalaman saya sebelumnya maka warga yang hadir selalu amat antusias membahas tentang aspek kesehatan (dalam hal ini tuberkulosis).
Ini merupakan salah satu modal dasar penting bagi pemerintah daerah dalam mensukseskan program kesehatan masyarakat di wilayahnya.
Secara interaktif saya jelaskan lima aspek tuberkulosis. Pertama tentang situasi epidemiologi dimana Indonesia adalah penyumbang kasus TB terbanyak kedua di dunia.
Baca juga : AC LG Raih Pengakuan Efisiensi Energi UI
Kedua saya bicarakan tentang penyebab tuberkulosis dan cara penularannya, termasuk penjelasan bahwa TB adalah penyakit menular langsung.
Ketiga saya diskusikan tentang bagaimana keluhan serta proses diagnosis tuberkulosis. Keempat, yang dibahas adalah tentang pengobatan TB serta peran penting anggota masyarakat sebagai Pemantau Minum Obat (PMO).
Kelima, didiskusikan tentang Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), suatu kegiatan yang harus terus ditingkatkan di negara kita.
Kemudian saya membahas tentang tuberkulosis di China. Pada Global TB Report 2010 maka urutan penyumbang kasus TB di dunia adalah India, China, Afrika Selatan, Nigeria dan Indonesia.
Baca juga : Dukungan Salonpas untuk Timnas Esports Indonesia
Jadi China ada di peringkat ke dua dan Indonesia di peringkat kelima. Nah, Global TB Report 2025 situasinya menjadi terbalik, Indonesia penyumbang kasus TB terbesar kedua di dunia sementara China berhasil turun menjadi peringkat keempat.
Salah satu kunci keberhasilan China adalah keterlibatan multi sektor dan partisipasi seluruh kelompok masyarakat (“whole society”).
Dalam kaitan ini saya menyambut baik dibentuk dan beroperasinya Kampung Siaga TB (KST) di Kelurahan Gandaria Selatan, seperti yang dilakukan di RW 4 dan RW 5, dan diharapkan juga makin aktif di RW-RW yang lain.
Seperti diketahui, Kampung Siaga TB adalah program pemberdayaan masyarakat tingkat RW di Jakarta yang diinisiasi oleh Pemprov DKI untuk melakukan edukasi, deteksi dini, pelacakan kontak, dan pendampingan pengobatan pasien TB.
Dari kacamata konsep dasar maka ini adalah bentuk nyata peran serta dan partisipasi aktif warga kota -dan juga “whole society”- dalam pengendalian tuberkulosis di lingkungan tempat tinggalnya.
Baca juga : Indonesia Tuan Rumah Division 1, Begini Format FIFA ASEAN Cup 2026
Hanya dengan kerja bersama seperti ini maka tuberkulosis dapat ditanggulangi dengan baik di negara kita, dan ini perlu diwujudkan dan diimplementasikan secara nyata.
Prof Tjandra Yoga Aditama
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University Australia
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.