Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Saya menyampaikan presentasi ilmiah pada Konferensi Kerja Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Padang, 19 September 2026.
Saya sampaikan lima hal. Pertama bahwa AMR (Antimicrobial Resistance) adalah masalah kesehatan dunia yang penting, bahkan disebut sebagai "Silent Pandemic".
Kedua, ada 3 jenis pneumonia, yaitu yang di masyarakat luas (Community Acquired Pneumonia - CAP, yang terjadi di Rumah Sakit (Hospital Acquired Pneumonia-HAP) dan yang terjadi sesudah pemakaian ventilator (Ventilator Acquired Pneumonia - VAP).
Baca juga : Ngeri!! Asap Karhutla Bisa Picu Pneumonia, Begini Penjelasan Ahli
Ketiga, HAP dan VAP kini makin banyak yang di sebabkan oleh bakteri gram negatif yang sudah resisten.
Keempat, obat Ceftazidime Avibactam (CAS-AVI) merupakan gabungan antara Ceftazidime yang punya efek bakterisidal (membunuh bakteri) yang kuat, yang digabungkan dengan Avibactam yang berfungsi sebagai Beta Lactamase Inhibitor, artinya menangani resistensi yang terjadi.
Baca juga : Dokter Muda Kita Meninggal Karena Campak Dan Pneumonia
Kelima, berbagai penelitian uji klinik di berbagai negara (bahkan yang bersifat meta analisis dan juga multi-center) menunjukkan bahwa Ceftazidime-Avibactam merupakan kombinasi yang baik untuk mengobati pneumonia berat di rumah sakit (HAP) dan yang berhubungan dengan ventilator (VAP) yang disebabkan oleh bakteri gram negatif yang resisten.
Prof Tjandra Yoga Aditama.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dari Konferensi Kerja PDPI XVIII di Padang
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.