Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - “Sesungguhnya bukan mata (kepala)-nya yang buta, melainkan yang buta ialah mata hati yang terdapat di dalam dada mereka.” (QS Al-Hajj/22: 46).
Ayat ini mengingatkan kita bahwa pancaindra yang kita miliki bukan hanya pancaindra lahiriah, tetapi juga pancaindra batin. Nabi pun sejak awal mengingatkan kita agar merawat iman sebagai bagian dari upaya merawat mata hati. Beliau mengingatkan: “Tidaklah seorang pencuri mencuri, pezina berbuat zina, ketika iman masih kuat di dalam dadanya.”
Dengan demikian, penyimpangan dan korupsi tidak mungkin terjadi selama iman yang kuat masih ada dan bekerja di dalam dada. Ayat dan hadis tersebut mengingatkan kita agar urusan spiritual jangan pernah diabaikan karena memiliki korelasi dengan eksistensi kehidupan manusia. Perilaku manusia sebagai mikrokosmos dapat memengaruhi perilaku alam raya sebagai makrokosmos.
Ada sebuah hadis yang mengingatkan: “Jika bala akan menimpa, maka mata menjadi buta.” Hadis ini tidak menjelaskan apakah yang dimaksud dengan mata di sini adalah mata kepala atau mata hati. Yang jelas, kita sering memiliki pengalaman bahwa ketika bala menimpa diri kita, sepertinya mata kita menjadi buta.
Baca juga : Meneladani Dua Umar
Kadang kita menabrak kaca atau tiang, atau bahkan masuk ke dalam lubang karena mata tidak melihatnya. Mungkin karena panik atau karena sebab lain, mata kita tidak bekerja secara normal.
Sesungguhnya, kebutaan mata hati juga berpotensi mendatangkan musibah. Kecelakaan sosial yang sering menimpa anak cucu
Adam bukan karena mata kepalanya buta, melainkan lebih disebabkan oleh kesilauan mata batin sehingga tidak lagi mampu melihat mana yang haq dan mana yang bathil. Kita yakin Adam, Hawa, dan putranya, Qabil, memiliki mata kepala yang baik.
Namun, mata hati mereka silau atau bermasalah sehingga mereka melanggar larangan Tuhan. Akibatnya, mereka jatuh ke dalam kehinaan dan penyesalan pun tak terhindarkan. Adam dan Hawa jatuh dari langit kebahagiaan ke bumi penderitaan, sedangkan Qabil beserta para pengikutnya jatuh ke dalam neraka.
Baca juga : Memaknai Prediksi Masa Depan
Jika mata kepala yang buta, kecelakaan fisik yang bakal menimpa. Akan tetapi, jika mata hati yang buta, kecelakaan sosial dan spiritual bakal mengancam.
Banyak contoh di sekitar kita, seperti para koruptor yang mengalami kecelakaan sosial sehingga diri dan keluarganya terpukul dan terisolasi di tengah masyarakat.
Para terpidana korupsi ini dapat dijadikan pelajaran hidup. Mereka telah hidup berkecukupan, tetapi tergiur oleh daya tarik dunia sehingga terpaksa mengalami risiko kehidupan yang memprihatinkan.
Semula mereka dikenal sebagai orang pintar, tokoh masyarakat, dan orang yang memiliki berbagai keterampilan. Namun, mereka terpaksa harus menghabiskan sisa-sisa hidupnya di rumah tahanan. Tragisnya lagi, bukan hanya dirinya yang mengalami siksaan dan penderitaan, tetapi juga seluruh anggota keluarga terdekatnya. Bahkan, teman sejawat dan teman sekampungnya pun ikut terserempet masalah.
Baca juga : Memaknai Kisah Masa Lampau
Untuk merawat mata hati agar tidak rabun atau buta adalah dengan mengikuti dan memedomani ajaran agama dengan baik. Agama mengajarkan kita untuk tidak mengambil hak orang lain. Agama juga tidak membenarkan kita memperkaya diri dengan cara melanggar ketentuan ajaran, dan agama melarang kita memberikan sogok (risywah) dalam menyelesaikan suatu urusan.
Tegasnya, agama melarang kita menempuh jalan pintas dengan cara menerobos batas-batas aturan. Pada dasarnya, hampir semua orang mengetahui dan menyadari hal ini.
Namun, karena mata hati menjadi buta, banyak orang melanggar batas-batas ajaran agama dan ketentuan peraturan yang berlaku. Semua itu terjadi karena kebutaan mata hati dan tumpulnya keimanan di dada.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Rabu, 30 September 2026 dengan judul "Mengasah Mata Batin"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.