Dark/Light Mode

Memaknai Prediksi Masa Depan

Senin, 28 September 2026 06:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Setiap kitab suci mempunyai pengungkapan tentang masa lampau dan masa depan. Pengungkapan masa lampau dalam bentuk kisah telah dibahas dalam artikel terdahulu. Artikel kali ini membahas bagaimana memaknai ungkapan prediksi masa depan yang digambarkan di dalam kitab suci.

Dalam kitab suci Al-Qur’an, banyak diungkapkan prediksi tentang kejadian yang belum terjadi. Sebagian di antaranya sudah terjadi, sementara masih banyak lagi yang belum terjadi, terutama kisah-kisah tentang hari kiamat dan alam akhirat.

Kejadian masa depan yang diungkapkan di dalam Al-Qur’an bukan hanya menyangkut urusan keduniawian, tetapi juga urusan keakhiratan (eskatologis), seperti kehidupan di alam barzakh dan kehidupan akhirat kelak.

Terlalu banyak contoh yang dapat dikemukakan untuk membuktikan kebenaran prediksi Al-Qur’an, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang, jika diukur sejak turunnya Al-Qur’an.

Sebagai contoh, ketika turun QS al-Nashr sebagai berikut:

Baca juga : Memaknai Kisah Masa Lampau

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.”
(QS An-Nashr/110: 1-4)

Para sahabat tidak bisa menahan kegembiraannya karena surah tersebut diawali dengan kata idza (apabila), yang biasanya menunjukkan suatu kejadian yang pasti akan terjadi. Bagaimana tidak gembira jika selama ini begitu sulit mengajak orang masuk agama Islam, tiba-tiba ada janji Tuhan bahwa mereka akan menyaksikan manusia berbondong-bondong masuk Islam.

Hanya Abu Bakar yang merespons ayat-ayat tersebut dengan menangis. Umar bertanya mengapa Abu Bakar menangis. Apakah ia tidak gembira dengan turunnya ayat tersebut?

Abu Bakar menjawab bahwa di satu sisi ia gembira, tetapi di sisi lain ia bersedih karena turunnya ayat itu menjadi isyarat bahwa tugas Nabi Muhammad SAW telah selesai dan beliau tentu akan meninggalkan mereka.

Umar kemudian mengonfirmasi hal tersebut kepada Nabi Muhammad SAW, dan Nabi menjawabnya dengan menganggukkan kepala. Seketika para sahabat berubah menjadi isak tangis karena memahami isyarat bahwa Nabi akan meninggalkan mereka.

Baca juga : Menjadi Selebriti Langit

Dan betul, surah tersebut menjadi salah satu surah yang turun pada penghujung masa kenabian. Selanjutnya, para sahabat menyaksikan begitu ramai dan dahsyatnya orang-orang berlomba-lomba masuk Islam. Satu demi satu negeri tetangga bergabung dalam agama Islam dengan penuh kerelaan, persis seperti yang digambarkan dalam ayat-ayat tersebut.

Bukti lain dapat ditemukan dalam kisah bangsa Romawi. Siapa yang bisa membayangkan pada masa turunnya Al-Qur’an bahwa kerajaan Romawi akan mengalami kekalahan, kemudian bangkit kembali? Siapa pula yang dapat memperkirakan kapan peristiwa itu akan terjadi? Ternyata, hal tersebut telah diungkapkan dalam Al-Qur’an melalui satu surah yang secara khusus disebut Surah al-Rum (30).

Surah tersebut diawali dengan pernyataan:

“Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeri yang terdekat, dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun (lagi).”
(QS Ar-Rum/30: 1-4)

Sejarah kemudian mencatat bahwa prediksi Al-Qur’an tersebut terwujud dengan kemenangan kembali bangsa Romawi setelah mengalami kekalahan. Dengan demikian, ungkapan yang pada masa Nabi pernah diragukan atau bahkan dianggap sinis oleh sebagian orang kemudian menemukan pembuktiannya dalam perjalanan sejarah.

Baca juga : Memperkaya Opsi dan Wawasan

Peristiwa lain yang ditemukan di dalam Al-Qur’an ialah kepastian akan terjadinya hari kiamat, yang akan diawali dengan guncangan bumi yang amat dahsyat. Planet-planet akan bergerak keluar dari garis edarnya masing-masing, sehingga tabrakan antarbenda langit tidak dapat dihindari. Gambaran mengenai peristiwa tersebut banyak ditemukan dalam surah-surah Makkiyah.

Penggambaran Al-Qur’an tersebut sejalan dengan pemahaman para ilmuwan fisika bahwa kehidupan di planet bumi pada akhirnya akan mengalami kehancuran. Peristiwa berakhirnya kehidupan di bumi inilah yang dikenal dalam ajaran Islam sebagai hari kiamat.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Senin, 28 September 2026 dengan judul "Memaknai Prediksi Masa Depan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.