BREAKING NEWS
 

Ekspose Kasus Ujaran Kebencian

Sabtu, 17 Oktober 2026 05:00 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu kasus menarik yang pernah diekspos terkait ujaran kebencian secara berlebihan di Amerika Serikat adalah kasus perpindahan agama Mark A Gabriel (yang tampaknya bukan nama aslinya).

Ia terlahir dalam keluarga Muslim yang taat. Ia menempuh pendidikan sejak tingkat taman kanak-kanak hingga jenjang doktoral (S-3) di Fakultas Adab, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ia bahkan sempat menjadi profesor Sejarah Peradaban Islam di almamaternya.

Menurut kisah yang beredar, ia pernah mengalami tekanan dan penyiksaan oleh kelompok Islam garis keras di Mesir. Ia dikabarkan disekap di dalam tahanan bawah tanah dan kuku-kukunya dicopot satu per satu karena dianggap berpandangan liberal dan pro-Barat.

Ketika akhirnya berhasil meloloskan diri dan kembali ke rumah, ia bukannya mendapat sambutan hangat dari ayahnya, melainkan ditampar dan diusir karena pemikirannya dianggap terlalu liberal.

Dengan berbekal sebuah mobil pemberian ibunya, ia meninggalkan Kairo tanpa tujuan yang jelas. Ia menelusuri daratan Afrika hingga tiba di salah satu kota di Afrika Selatan. Di kota itu, ia berkenalan dengan seorang pendeta dan kemudian memutuskan untuk berpindah agama ke Kristen.

Entah bagaimana prosesnya, ia akhirnya sampai di Amerika Serikat. Di sana, ia mendapat kesempatan untuk menulis buku dan berbicara dalam berbagai seminar.

Baca juga : Antara Ujaran Kebencian dan Kebebasan Berpendapat

Pesan utama yang disampaikannya melalui buku dan berbagai kesempatan tersebut adalah bahwa Islam berada di balik terorisme, bukan semata-mata karena tindakan orang-orang Islam. Menurut pandangannya, teroris Muslim merupakan korban dari agama yang diyakininya menganjurkan terorisme.

Sebagai mantan penganut Islam yang pernah mendalami dan mempraktikkan ajarannya, Gabriel tentu memiliki pengetahuan yang memungkinkannya mengemukakan kritik terhadap aspek-aspek tertentu dalam Islam.

Pada saat yang sama, ia juga mengemukakan keistimewaan agama barunya. Fenomena semacam ini mengingatkan kita pada pengalaman sebagian mantan penginjil yang kemudian memeluk Islam.

Dalam berbagai tulisannya, Gabriel dinilai menyajikan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis secara selektif untuk mendukung asumsi bahwa Islam adalah agama teroris.

Adsense

Gabriel telah menulis sejumlah buku. Salah satu buku awalnya yang diterbitkan di Amerika Serikat adalah Islam and Terrorism, yang diterbitkan oleh Charisma House, sebuah perusahaan penerbitan yang berafiliasi dengan Strang Communications, pada 2002.

Dalam bukunya, Gabriel menyoroti istilah al-Qitāl, yang berarti peperangan dan dikenal sebagai salah satu nama lain Surah Muhammad (QS 47). Ia juga mempertanyakan mengapa tidak ada surah yang menggunakan nama dengan nuansa sebaliknya, seperti perdamaian. Menurutnya, keberadaan surah tersebut menunjukkan bahwa jihad dan peperangan menempati posisi penting dalam ajaran Islam.

Baca juga : Contoh Substansi Ujaran Kebencian

Memang, Surah Muhammad juga dikenal dengan nama Surah Al-Qitāl karena sebagian isinya membahas peperangan, ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengannya, serta sikap yang perlu diambil dalam menghadapi kaum kafir. Namun, penafsiran terhadap surah tersebut tentu tidak dapat dilepaskan dari konteks ayat, keseluruhan pesan Al-Qur’an, dan penjelasan para ulama.

Dalam pengamatannya, Al-Qur’an mengandung sejumlah ayat yang dianggapnya saling bertentangan. Sebagai contoh, ia menunjukkan adanya ayat-ayat yang memuji atau memberikan pengakuan terhadap aspek-aspek tertentu dalam kehidupan umat Kristiani, sementara ayat-ayat lain berbicara tentang nasib sebagian dari mereka di akhirat. Ia juga menyoroti ayat-ayat yang menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan umat Kristiani, sementara ayat-ayat lainnya berbicara tentang perbedaan keyakinan dan ajakan untuk memeluk Islam.

Berdasarkan hal tersebut, Gabriel mengajukan pertanyaan yang dianggapnya mendasar: mengapa terdapat ayat-ayat yang dipandangnya saling bertentangan dalam Al-Qur’an?

Mengapa pesan yang disampaikan dalam pewahyuan tampak berubah seiring dengan perjalanan waktu? Selain persoalan tersebut, masih banyak isu kontroversial lainnya yang dibahas Gabriel dalam bukunya.

Kasus Mark A Gabriel telah dimuat dan disebarluaskan melalui berbagai media, terutama media sosial. Sebelumnya, terdapat pula nama Ibnu Warraq, seorang tokoh yang meninggalkan Islam dan dikenal produktif menulis kritik terhadap Islam dan Nabi Muhammad. Karya-karyanya juga diekspos secara luas, hingga menimbulkan ketersinggungan di kalangan umat Islam.

Terlepas dari benar atau tidaknya setiap klaim yang disampaikan dalam kasus-kasus tersebut, persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah cara suatu isu diangkat, dibingkai, dan disebarluaskan kepada masyarakat.

Baca juga : Beberapa Contoh Ujaran Kebencian

Ketika sebuah kasus diekspos secara berlebihan, tanpa konteks yang memadai dan dengan penekanan yang berpotensi membangkitkan kebencian terhadap kelompok agama tertentu, pemberitaan tersebut dapat menjadi bagian dari religious hate speech (RHS), atau ujaran kebencian berbasis agama.

Oleh karena itu, penting untuk membedakan antara kritik terhadap ajaran agama, kebebasan seseorang untuk memilih keyakinan, dan penyebaran narasi yang berpotensi menimbulkan kebencian terhadap pemeluk agama tertentu. Kritik dan perbedaan pandangan merupakan bagian dari kebebasan berekspresi, tetapi penyajiannya tetap memerlukan ketelitian, proporsionalitas, dan tanggung jawab agar tidak berubah menjadi sarana untuk menyudutkan atau mendiskreditkan suatu komunitas agama secara keseluruhan.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Sabtu, 17 Oktober 2026 dengan judul "Ekspose Kasus Ujaran Kebencian"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense