BREAKING NEWS
 

Puasa Pada Pasien Autoimun Banyak Manfaatnya, Bisa Perbaiki Petanda Radang

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 1 Maret 2025 22:07 WIB
Ilustrasi puasa (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Puasa Ramadan sebagai salah satu rukun Islam, wajib dijalankan oleh kaum muslim yang telah baligh dan tidak memiliki uzur seperti sakit, hamil, menyusui, musafir, dan kondisi lain yang menyulitkan.

Mengutip Acta Medical Indonesiana, puasa juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Seperti mengurangi kalori dan lemak, menurunkan kolesterol jahat, menurunkan kadar asam urat, menurunkan berat badan tapi menurunkan body protein mass, serta memperbaiki GERD dan dyspepsia fungsional atau gangguan pencernaan di perut bagian atas tanpa adanya penyebab yang jelas.

Tapi bagaimana dengan pasien yang memiliki masalah kesehatan tertentu seperti autoimun atau penyakit yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat? Dapatkah mereka menjalankan puasa Ramadan? Ataukah ada syarat tertentu yang harus dipenuhi untuk berpuasa?

Baca juga : Sempat Pakai Alat Bantu Napas, Paus Kini Sudah Bisa Sarapan Dan Baca Koran

Soal ini, Internis Konsultan Reumatologi Siloam Hospital Village dr. Sandra Sinthya Langow SpPD-KR mengatakan, pasien autoimun cukup aman berpuasa jika kondisinya stabil.

Adsense

Selain itu, pasien autoimun yang berpuasa juga tidak boleh putus obat, cukup cairan dan serat, harus menjalankan diet seimbang dan tidak berlebihan saat berbuka. Serta tidak boleh makan sebelum tidur.

“Pada pasien autoimun, berpuasa dapat memperbaiki petanda radang karena dapat menurunkan CRP, TNF Alpha, serta menurunkan IL-6 dan IL-1 yang merupakan mediator inflamasi pada penyakit reumatik autoimun,” papar dr. Sandra.

Baca juga : Asta Cita Center & GP Ansor Optimis Danantara Bisa Dorong Ekonomi Nasional

Berpuasa, lanjut Sandra, juga dapat memperbaiki kondisi pasien autoimun psoriasis yang dinilai dengan skor PASI.

Sementara pada pasien autoimun rheumatoid asthritis (RA), berpuasa tak hanya dapat memperbaiki petanda radang, tetapi juga dapat mengurangi tingkat nyeri dan aktivitas penyakit secara umum.

Hasil penelitian Kjeldsen-kragh menyebutkan, pasien RA yang puasa 7-10 hari diikuti diet vegetarian menunjukkan perbaikan nyeri, bengkak, dan kaku sendi. Petanda radang CRP dan LED juga turun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense