Di tengah tekanan akademik, tuntutan sosial, dan ekspektasi masa depan yang tak menentu. Gen Z justru menunjukkan kebiasaan yang unik dan berbeda dari generasi sebelumnya. Alih-alih mengurung diri di kamar untuk menyelesaikan tugas kuliah, banyak dari mereka memilih untuk “nugas sambil nongkrong”—memadukan tanggung jawab akademik dengan kebutuhan sosial dan relaksasi.
Sebuah survei dilakukan terhadap 100 mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk melihat kebiasaan ini lebih dalam. Hasilnya menunjukkan bahwa 80 persen responden lebih memilih mengerjakan tugas di luar rumah, seperti di kafe, perpustakaan umum, atau co-working space. Sementara 15 persen lainnya mengaku lebih nyaman menyelesaikan tugas di rumah, dan hanya 5 persen yang menyebut ruang kelas atau kampus sebagai tempat favorit mereka untuk bekerja secara produktif.
Baca juga : KPK: Penggeledahan di Kalbar Terkait Dugaan Korupsi di Dinas PU Mempawah

Hasil survei yang dilakukan terhadap beberapa mahasiswa. (04/05/25)
Kania, mahasiswi Gizi dari Universitas Negeri Semarang, mengungkapkan bahwa belajar di tempat seperti kafe memberikan suasana yang lebih kondusif secara psikologis. “Kadang tugas itu bukan masalah susah atau gampang, tapi suasana hati yang nggak mendukung. Kalau aku di kamar terus, rasanya makin stres. Tapi pas pindah ke kafe, sambil minum kopi, lihat orang lalu-lalang, ide malah keluar,” katanya.
Baca juga : Perjuangkan Gagasan Kartini Lewat Tulisan
“Kita itu punya banyak distraksi. Sosial media, tugas numpuk, beban kuliah, belum lagi mikirin magang atau kerja. Kalau semua dipikirin terus, ya bisa meledak. Makanya nugas di luar, sambil ketemu temen, ngobrol dikit, terus ngerjain lagi. Biar seimbang,” tambahnya.
Gen Z adalah generasi yang sangat peduli pada kesehatan mental, sehingga pendekatan mereka terhadap produktivitas pun menjadi lebih fleksibel dan berorientasi pada kesejahteraan pribadi. Di sisi lain, kebiasaan ini juga memengaruhi strategi bisnis di sektor kafe dan ruang publik. Banyak coffee shop kini secara sadar menyesuaikan diri dengan kebutuhan Gen Z, dengan menyediakan fasilitas seperti stopkontak, koneksi Wi-Fi cepat, serta suasana yang estetis dan tenang.
Baca juga : Kenangan 12 Hari Bersama Paus
Langkah ini mencerminkan pemahaman bahwa mahasiswa tidak lagi sekadar datang untuk bersantai, tetapi juga menjadikan kafe sebagai ruang alternatif untuk belajar dan melepas stres. Gen Z pun dipandang bukan hanya sebagai konsumen, melainkan bagian dari komunitas aktif yang turut menopang keberlangsungan usaha.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana Gen Z menciptakan sendiri versi work-life balance mereka. Di tengah tekanan hidup modern, mereka tidak ingin terjebak dalam sistem kaku yang hanya menilai produktivitas dari diam dan duduk tegak di ruang sunyi. Bagi mereka, produktif bukan berarti menderita. Justru, keseimbangan yang sehat antara belajar dan bersosialisasi, antara kopi dan tugas, adalah bentuk keberdayaan untuk tetap waras dan fungsional di dunia yang terus bergerak cepat.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.