RM.id Rakyat Merdeka - Komunitas Ubuntu Indonesia menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) di Café Kuilo, Tangerang Selatan, Banten, beberapa waktu lalu. Forum ini menjadi ajang konsolidasi gerakan sekaligus menandai regenerasi kepengurusan komunitas open source yang telah eksis sejak 2005.
Dalam rapat tersebut, Veros Mohamed terpilih sebagai Ketua Umum, sementara Sartika Lestari dipercaya sebagai Bendahara. Keduanya mewakili generasi muda, khususnya Gen Z, yang kini tampil memimpin komunitas.
“Ini bukan sekadar pergantian struktur, tetapi estafet yang memberi ruang bagi generasi baru untuk bergerak,” ujar Veros Mohamed, profesional IT berusia 26 tahun.
Baca juga : Resmikan Gerai Pertama Di Indonesia, LifeWork Siapkan Rencana Ekspansi Bisnis
Adapun Sartika, pegiat open source kelahiran 2001, menambah warna baru dalam kepemimpinan.
RUA turut dihadiri sejumlah tokoh senior open source, di antaranya Onno W. Purbo, Rusmanto Maryanto, Hadi Sutedjo (Mbah Sabri), Ahmad Haris, Farhan Perdana (Blek), dan I Gede Kosha Pradhiksa. Pertemuan lintas generasi ini menyatukan pengalaman dan energi baru untuk memperkuat peran Ubuntu Indonesia ke depan.
Mantan Ketua Umum Komunitas Ubuntu Indonesia, Hadi Sutedjo, menegaskan kembali esensi open source dalam konteks kedaulatan data. “Open source itu bukan soal free atau gratis. Open source itu soal freedom, soal merdeka. Kalau data bangsa ini dikuasai vendor asing, jangan harap kita bisa bicara kedaulatan digital,” ujarnya.
Baca juga : Pidato Prabowo Di PBB Tegaskan Komitmen Indonesia Pada Perdamaian Dunia
Sejak berdiri pada 2005, Ubuntu Indonesia konsisten menjadi wadah bagi pengguna, pengembang, dan pegiat open source di seluruh Nusantara. Berbagai kegiatan telah digelar, mulai dari Ubuntu Natty Release Party, Road to School, Install Fest di pusat perbelanjaan, hingga seminar di kampus-kampus. Komunitas ini juga aktif lewat mailing list, kopi darat, dan diskusi di berbagai daerah seperti Jogjakarta, Makassar, hingga Palopo.
Ryo Ardian, salah satu pegiat komunitas, menegaskan bahwa rapat umum kali ini bukan hanya soal regenerasi, tetapi juga penguatan komitmen untuk memacu ekosistem open source dan kemandirian digital. “Komunitas kita konsisten membangun literasi digital, memperluas adopsi teknologi terbuka, dan merawat ekosistem inklusif bagi semua untuk masa depan bangsa,” ucapnya.
Ke depan, kepengurusan baru Ubuntu Indonesia berencana menggelar rangkaian kegiatan untuk memperluas pemanfaatan teknologi terbuka serta memperkuat perannya dalam mendukung kedaulatan digital Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.