BREAKING NEWS
 

Gabung PKHI, Eks Mensos Risma Soroti Darurat Kesehatan Mental di Indonesia

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 28 April 2026 15:44 WIB
Foto: PKHI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial (Mensos) periode 2020–2024, Tri Rismaharini alias Risma, resmi menjadi anggota kehormatan Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI).

Pengukuhan tersebut disampaikan Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kemitraan Dewan Pengurus Pusat PKHI, I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya.

Ia menjelaskan bahwa prosesi berlangsung dalam acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) PKHI di Surabaya pada 25–26 April 2026.

Pengukuhan dilakukan di hadapan lebih dari 200 praktisi hipnosis dan ahli hipnoterapi dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Dalam kesempatan tersebut, Risma juga tampil sebagai pembicara utama dengan mengusung tema “Kesehatan Mental untuk Semua”.

Menurut Dewa, PKHI merupakan organisasi profesi dengan lebih dari 16.000 anggota ahli hipnoterapi yang telah berkiprah selama 12 tahun.

Organisasi ini juga menjadi mitra Kementerian Kesehatan di bidang hipnosis, dengan anggota yang berasal dari alumni lembaga kursus pelatihan (LKP) di bawah Kemendikdasmen serta lembaga pelatihan kerja (LPK) di bawah Kementerian Ketenagakerjaan.

“Melalui LKP Indonesian Hypnosis Centre (IHC), PKHI juga menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada dalam pendidikan, pelatihan, dan penelitian untuk mengembangkan transpersonal clinical hypnotherapy di Indonesia,” ujar Dewa.

Baca juga : Gandeng Indomaret, TRIV Group Perluas Akses Investasi Crypto di Indonesia

Ketua Umum DPP PKHI, Avifi Arka, menegaskan bahwa pemberian status anggota kehormatan kepada Risma bukan sekadar simbolis.

Ia menilai, selama menjabat sebagai Menteri Sosial, Risma menunjukkan perhatian besar terhadap isu kesehatan mental masyarakat.

“Beliau berhadapan langsung dengan berbagai kelompok rentan, mulai dari anak jalanan, korban bencana, hingga warga miskin kota yang mengalami tekanan psikologis berkepanjangan,” kata Avifi.

Dalam pidatonya, Risma menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental sebagai hak dasar setiap manusia.

“Kesehatan mental bukan kemewahan, ini adalah hak dasar setiap manusia,” tegasnya.

Risma mengaku, sebelumnya dia belum mengenal PKHI. Namun, mantan wali kota Surabaya ini melihat potensi besar komunitas ini dalam membantu mengatasi krisis kesehatan mental yang sering tersembunyi di balik persoalan kemiskinan.

Adsense

“Banyak masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan mereka,” ujarnya.

Pengalaman tersebut, menurut Risma, diperoleh sejak menjabat sebagai Wali Kota Surabaya hingga menjadi Menteri Sosial.

Baca juga : Bipi Consulting: Mitra Strategis Konsultan HR Dan Psikologi Di Indonesia

Dia mengaku menyaksikan langsung bahwa kemiskinan, kekerasan dalam rumah tangga, hingga penelantaran anak kerap berakar pada luka psikologis yang tidak tertangani.

Risma juga mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi keterbatasan tenaga profesional kesehatan mental, dengan rasio psikiater yang jauh di bawah standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain itu, stigma sosial masih menjadi hambatan besar bagi masyarakat untuk mencari bantuan.

Risma mendorong para praktisi hipnoterapi untuk menjangkau kelompok rentan yang selama ini belum tersentuh layanan kesehatan mental, seperti ibu dengan depresi pascamelahirkan, remaja korban perundungan, lansia yang kesepian, hingga penyintas bencana.

Seminar yang berlangsung selama dua hari tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber.

Guru Besar Psikologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, Ph.D., memaparkan integrasi pendekatan psikologis berbasis bukti dengan teknik hipnoterapi.

Sementara itu, dr. Pukovisa Prawiroharjo, Sp.N., Sub.Sp. NGD., Ph.D. dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan keterkaitan antara kondisi hipnosis dengan aktivitas otak serta peran neuroplastisitas dalam efektivitas hipnoterapi klinis.

Keduanya menegaskan bahwa hipnoterapi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah selama dilakukan oleh tenaga terlatih dengan standar yang tepat.

Baca juga : Cegah Kecanduan Layar, FK Usakti Gelar Edukasi Kesehatan Digital di Johor Bahru

Selain seminar, rangkaian acara juga diisi dengan pelantikan Dewan Pengurus Daerah dan Dewan Pengurus Luar Negeri PKHI di sejumlah wilayah baru, termasuk Jepang, Australia, Inggris, Arab Saudi, Malaysia, dan Timor Leste, serta beberapa provinsi di Indonesia.

Ketua Pelaksana, Donny Soemarsaid, menyebut ekspansi tersebut sebagai bukti bahwa gerakan kesehatan mental berbasis hipnoterapi telah menjangkau komunitas diaspora Indonesia di berbagai negara.

“Ini bukan sekadar perluasan organisasi, tetapi menunjukkan bahwa misi kami telah melampaui batas geografis,” ujarnya.

Donny menambahkan, kepercayaan publik terhadap hipnoterapi akan terus meningkat jika PKHI mampu menjaga kredibilitas ilmiah sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Bu Risma dapat menjadi teladan. Kesehatan mental, seperti pendidikan dan kesehatan fisik, adalah hak semua orang,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense