Dark/Light Mode

Cegah Kecanduan Layar, FK Usakti Gelar Edukasi Kesehatan Digital di Johor Bahru

Selasa, 14 April 2026 22:57 WIB
Tim PkM internasional FK Usakti melakukan pemeriksaan mata siswa dalam edukasi cegah kecanduan layar, di Sekolah Indonesia Johor Bahru, Malaysia (Foto: Dok. Universitas Trisakti)
Tim PkM internasional FK Usakti melakukan pemeriksaan mata siswa dalam edukasi cegah kecanduan layar, di Sekolah Indonesia Johor Bahru, Malaysia (Foto: Dok. Universitas Trisakti)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penggunaan gawai yang tidak terkontrol pada anak kini bukan sekadar masalah perilaku, tetapi telah menjadi tantangan kesehatan global. Dampaknya, bisa mengganggu perkembangan otak, sistem saraf, hingga kesehatan visual.

Menjawab kekhawatiran tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (FK Usakti) bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa edukasi kesehatan digital, di Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB), Jumat (10/4/2026).

Kegiatan bertema “Pengaruh Paparan Media Sosial dan Layar Digital Intensif terhadap Dampak Neurobiologis dan Neurosensorik pada Anak” ini ditujukan bagi siswa dan guru Warga Negara Indonesia (WNI). Program ini menjadi respons atas meningkatnya durasi screen time anak yang berisiko memicu gangguan tidur, penurunan konsentrasi, kelelahan mental, hingga gangguan kesehatan mata.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FK Usakti, dr. Meutia Atika Faradilla, M.Biomed, menekankan pentingnya pemahaman aspek neurobiologis dalam penggunaan teknologi digital.

Baca juga : Cegah Penyakit, FK Universitas Trisakti Kampanyekan PHBS di SIJB Malaysia

Ia menerangkan, masa kanak-kanak merupakan fase emas perkembangan otak. Paparan layar digital yang berlebihan tidak hanya berdampak pada kesehatan mata dan kelelahan fisik, tetapi juga memengaruhi keseimbangan dopamin, yaitu zat kimia di otak yang berperan dalam mengatur fokus, motivasi, dan emosi.

“Ketidakseimbangan dopamin akibat penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat memicu siklus kecanduan, sehingga anak semakin sulit melepaskan diri dari layar. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menghambat proses tumbuh kembang anak secara kognitif, emosional, dan sosial,” ujar dr. Meutia, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (14/4/2026).

Melalui pendekatan sains yang dikemas interaktif dan ramah anak, tim dokter FK Usakti menjelaskan dampak paparan layar digital terhadap sistem sensorik tubuh, termasuk mata, otak, dan postur muskuloskeletal.

dr. Nabila Maudy Salma memaparkan teknik praktis yang dapat diterapkan siswa. Di antaranya aturan 20-20-20, yakni setiap 20 menit melihat layar, istirahat 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki. Ia juga menekankan pentingnya menjaga postur tubuh yang ergonomis saat menggunakan gawai, serta melakukan aktivitas fisik di luar ruangan.

Baca juga : FK Universitas Trisakti Edukasi Jajanan Sehat di Sekolah Indonesia Johor Bahru

Sebagai bentuk deteksi dini gangguan penglihatan, kegiatan ini dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan mata, meliputi pemeriksaan tajam penglihatan (visus) dan refraksi. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter spesialis mata dr. Anggraeni Adhiwardani dan dr. Novi Prasetyaningsih beserta tim.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Salah satu siswa SIJB mengaku mendapatkan wawasan baru.

“Saya baru tahu ternyata terlalu lama main game bisa membuat mata cepat lelah dan sulit fokus saat belajar. Sekarang saya jadi lebih paham pentingnya mengatur waktu penggunaan gadget,” ujarnya.

Perwakilan guru SIJB juga menyampaikan apresiasi. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini. Pihaknya mendapatkan pemahaman baru bahwa penurunan konsentrasi dan kelelahan di kelas dapat berkaitan dengan kebiasaan penggunaan gawai.

Baca juga : Unicharm Gelar Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Menstruasi bagi Siswi SMA

“Edukasi ini sangat bermanfaat sebagai panduan bagi guru dan orang tua dalam membentuk kebiasaan digital yang lebih sehat. Dan kami juga senang karena anak-anak diperiksa kesehatan matanya sehingga bisa ditangani lebih awal,” katanya.

Sebagai keberlanjutan program, FK Usakti menyerahkan paket luaran berupa poster edukasi kesehatan visual dan modul presentasi kepada pihak sekolah. Penyerahan ini disaksikan perwakilan KJRI Johor Bahru sebagai bentuk sinergi dalam melindungi kesehatan generasi muda Indonesia di luar negeri.

Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Melalui program ini, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.