BREAKING NEWS
 

Grab Business Forum 2026 Dorong Teknologi, AI, dan Strategi Bisnis

Reporter : MERRY APRIYANI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 11 Juni 2026 07:42 WIB
(Dari kiri ke kanan) Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi, Ekonom Senior M. Chatib Basri, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie dan Director of Commercial Grab Indonesia Roy Nugroho dalam gelaran Grab Business Forum 2026, Selasa (9/6/2026). (Foto: Dok. Grab Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Memasuki semester kedua 2026, dunia usaha menghadapi berbagai tantangan mulai dari ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, percepatan adopsi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intteligence/AI), hingga perubahan perilaku konsumen.

Kondisi ini membuat perusahaan dituntut untuk bertumbuh secara lebih cerdas sekaligus bergerak lebih cepat.

Menjawab tantangan tersebut, Grab Indonesia kembali menggelar Grab Business Forum 2026 bertema “The Next Chapter: Scale Smarter, Execute Faster” di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Forum ini mempertemukan para pemimpin bisnis, ekonom, pembuat kebijakan, dan praktisi industri untuk membahas strategi pertumbuhan yang efektif di tengah kondisi ekonomi yang semakin kompleks.

Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, peluang pertumbuhan masih terbuka lebar, namun perusahaan tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara lama.

Baca juga : Indonesia CIO 200 Summit 2026 Dorong Pemimpin Teknologi RI ke Pentas Dunia

“Pertumbuhan ke depan menuntut kemampuan untuk scale smarter melalui penetapan prioritas yang tepat dan alokasi sumber daya yang lebih presisi, sekaligus execute faster dengan memanfaatkan teknologi dan AI untuk meningkatkan produktivitas serta pengambilan keputusan berbasis data,” ujar Neneng dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Forum ini menghadirkan ekonom senior Indonesia M. Chatib Basri, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie.

Keduanya menyoroti pentingnya produktivitas, teknologi, dan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi era bisnis yang semakin dinamis.

Adsense

Chatib Basri menilai perusahaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan biaya modal murah atau tenaga kerja berbiaya rendah untuk bertumbuh.

“Pertumbuhan ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan perusahaan meningkatkan produktivitas, mengalokasikan sumber daya secara tepat, dan membangun ketahanan bisnis agar tetap adaptif terhadap perubahan,” kata Chatib.

Baca juga : IFG Youth Runner 2026 Dorong Pengembangan Atlet Muda Labuan Bajo

Sementara itu, Stella Christie menegaskan bahwa keberhasilan penerapan AI tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada manusia yang menggunakannya.

"Perusahaan perlu memahami persoalan yang benar-benar membutuhkan AI, menentukan waktu adopsi yang tepat, serta menyiapkan talenta yang mampu menggunakan teknologi tersebut secara kritis dan bertanggung jawab," ujar Stella.

Dalam forum tersebut, Grab juga menyoroti peran Grab For Business sebagai solusi yang membantu perusahaan mengelola kebutuhan operasional harian, mulai dari transportasi karyawan, perjalanan dinas, layanan makan bisnis, hingga pengantaran barang.

Director of Commercial Grab Indonesia Roy Nugroho mengatakan, banyak perusahaan memiliki strategi pertumbuhan yang baik, namun masih terkendala proses operasional yang memperlambat eksekusi.

“Dengan visibilitas yang lebih baik, kontrol yang lebih kuat, dan proses yang lebih otomatis, perusahaan dapat mempercepat eksekusi bisnis dan membuat tim lebih fokus pada aktivitas yang menciptakan nilai," ujarnya.

Baca juga : Gelar Diskusi, Forwatan Dan Stakeholder Sawit Bahas Strategi Percepatan PSR

Manfaat layanan tersebut juga dirasakan PLN Icon Plus. Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Icon Plus Dedi Budi Utomo menyebut,  penggunaan Grab For Business membantu pengelolaan mobilitas ribuan karyawan sekaligus mendukung target keberlanjutan perusahaan melalui penggunaan kendaraan listrik.

Selain meningkatkan efisiensi, Grab For Business juga mendukung pelaporan keberlanjutan perusahaan. Saat ini Grab mengoperasikan lebih dari 14.000 kendaraan listrik di Indonesia dan menargetkan jumlah tersebut meningkat hingga tiga kali lipat pada akhir 2026.

Melalui Grab Business Forum 2026, Grab menegaskan komitmennya untuk membantu perusahaan membangun sistem operasional yang lebih efisien, terhubung, dan terukur agar mampu menghadapi tantangan bisnis masa depan sekaligus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense