RM.id Rakyat Merdeka - Bayangkan, kamu baru saja didiagnosis untuk menjalani operasi. Dokter menyebutkan angka biaya yang membuat jantung berdegup, puluhan juta rupiah.
Beberapa waktu kemudian penyakit lain datang lagi total tagihan lebih dari Rp200 juta. Bagi kebanyakan orang, angka itu bisa berarti tabungan anak sekolah lenyap, dana pensiun terkuras habis, atau bahkan terlilit utang.
Tapi bagi Joko Mulyono, ceritanya berakhir berbeda. Joko adalah pekerja kantoran. Sehari-hari ia bekerja, menabung, dan berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga seperti jutaan orang Indonesia lainnya sampai suatu hari, seorang temannya yang menjadi tenaga pemasar menawarkan proteksi kesehatan.
"Waktu itu, saya belum tahu arti penting asuransi syariah. Saya hanya mengikuti dan membeli tanpa pikir panjang yang ternyata punya dampak yang mengubah hidup saya," ujar Joko.
Keputusan penting itulah yang akhirnya menyelamatkan keuangan keluarganya. Risiko kesehatan pertama datang tiba-tiba.
Joko merasakan keluhan di punggungnya yang tak kunjung reda. Setelah pemeriksaan lanjutan, dokter memutuskan ia harus menjalani operasi dan rawat inap. Tagihan hampir mencapai Rp50 juta. Angka itu bukan jumlah kecil. Joko sudah membayangkan tabungannya terkuras.
Baca juga : Ramaikan Jakarta Fair 2026, Rumah Indofood Hadirkan Kuliner, Hiburan Hingga Game
"Saya betul-betul kaget. Ternyata saya tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun dari pemeriksaan, operasi, sampai rawat inap, semua ditanggung Prudential Syariah," ucap Joko.
Tapi ujian belum selesai. Beberapa waktu kemudian, ditemukan kelainan di usus Joko. Ia harus menjalani prosedur kolonoskopi. Biayanya sekitar Rp78 juta. Lalu, empat tahun kemudian, masalah pembuluh darah memaksanya masuk ruang operasi lagi untuk tindakan EVLA dengan biaya mencapai Rp102 juta.
Tiga kali masuk rumah sakit. Total tagihan menembus lebih dari Rp200 juta. Dan tabungan Joko? Tetap utuh.
"Hanya dalam beberapa tahun, total biaya medis saya menembus ratusan juta. Tanpa persiapan, angka ini bisa menguras seluruh tabungan masa depan keluarga saya," ujar Joko.
"Alhamdulillah, ikhtiar saya mempercayakan proteksi kesehatan dengan Prudential Syariah dapat mengamankan finansial keluarga. Saat badai ujian sakit datang, keluarga tetap terlindungi dengan cara yang penuh keberkahan," ujarnya.
Bagi Joko, pengalaman ini mengubah cara pandangnya. Ia menyadari bahwa di balik klaimnya yang dibayarkan, ada ribuan peserta lain yang secara tidak langsung ikut mengulurkan tangan melalui prinsip tolong-menolong (ta'awun) dalam asuransi syariah. Bukan sekadar transaksi, melainkan satu ikatan yang saling melindungi.
Baca juga : AHM Hadirkan Pos AHASS TEFA, Jembatani Siswa Masuk Dunia Industri
"Saya semakin tergerak untuk melindungi diri sendiri, sekaligus menerapkan konsep tolong-menolong antar peserta. Inilah makna kebaikan asuransi syariah. Bahkan untuk mereka yang tidak pernah klaim, mereka telah membantu peserta lainnya termasuk saya, salah satu peserta yang terbantu dari kontribusi yang peserta bayarkan," tambah Joko.
Joko punya satu pesan untuk generasi muda yang merasa sehat dan belum butuh proteksi. "Saya tidak mau ada yang mengalami hal serupa dan bukannya fokus ke penyembuhan, malah khawatir dengan biaya. Generasi muda saat ini tidak bisa hanya fokus berinvestasi tapi lupa memproteksi diri. Sakit tidak pernah menunggu. Biayanya bisa menguras hasil kerja keras dalam sekejap. Melalui proteksi syariah, kita tidak hanya mengamankan keuangan keluarga, tetapi juga beribadah melalui tolong-menolong. Saya mendapatkan semuanya sekaligus, ketenangan pikiran, masa depan yang aman, dan keberkahan untuk sesama," ujar Joko.
Kisah Joko menjadi salah satu pengingat bahwa proteksi bukan sekadar tentang manfaat finansial, tetapi juga tentang hadirnya perlindungan saat keluarga menghadapi risiko kehidupan.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama menegaskan, bahwa pengalaman peserta seperti ini terus memperkuat komitmen Prudential Syariah dalam menghadirkan proteksi syariah yang relevan dan bermakna bagi masyarakat.
Vivin menambahkan, risiko sakit bisa datang kapan saja, tanpa aba-aba. Melihat apa yang dialami peserta kami seperti Pak Joko, semakin menguatkan komitmen kami sebagai Satu yang Melindungi untuk menghadirkan proteksi syariah yang lengkap dan benar-benar hadir saat dibutuhkan.
"Kami ingin memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki akses terhadap perlindungan terbaik, mulai dari kesehatan, jiwa, hingga perencanaan masa depan sesuai dengan prinsip syariah," ujar Vivin dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Baca juga : Pelita Harapan Group Hadirkan SDH Depok Ditargetkan Beroperasi Juli 2027
Vivin menambahkan, komitmen itu bukan sekadar kata-kata. Sejak berdiri sebagai entitas mandiri pada 2022 hingga 2025, Prudential Syariah telah membayarkan santunan sebesar Rp8,5 triliun kepada lebih dari 325 ribu peserta.
Hal ini sebagai bukti nyata perlindungan dan dukungan finansial saat keluarga Indonesia menghadapi risiko kehidupan.
Didukung lebih dari 64 ribu tenaga pemasar di seluruh Indonesia, Prudential Syariah terus hadir sebagai Satu yang Melindungi di setiap tahap kehidupan, di setiap momen yang tak terduga.
"Karena seperti yang Joko pelajari: perlindungan terbaik adalah yang sudah ada sebelum risiko datang," pungkas Vivin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.