Dark/Light Mode

Polling NU Online: Gus Hery Pimpin Bursa Caketum PBNU, Siapa Sosoknya?

Senin, 27 Juli 2026 12:25 WIB
Foto: NU.
Foto: NU.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), dinamika bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin menarik perhatian.

Berdasarkan tangkapan layar hasil sementara polling yang masih berlangsung di saluran WhatsApp NU Online dan beredar di publik, nama Gus Hery Haryanto Azumi menempati posisi teratas dengan sekitar 1,9 ribu pilihan.

Di bawahnya, terdapat KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) dengan sekitar 1,3 ribu pilihan, disusul KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) yang memperoleh 796 pilihan.

Meski demikian, hasil polling tersebut bukan merupakan bagian dari mekanisme resmi pemilihan Ketua Umum PBNU.

Polling itu hanya mencerminkan partisipasi pembaca NU Online dan tidak dapat dijadikan sebagai gambaran peta dukungan para muktamirin yang akan menentukan kepemimpinan organisasi dalam Muktamar.

Baca juga : Gus Fahim Dukung Gus Hery Maju Ketum PBNU, Sebut jadi Angin Segar

Lantas, siapa sosok Gus Hery?

Hery Haryanto Azumi bukan nama baru di lingkungan kaderisasi NU. Rekam jejak organisasinya banyak dibentuk melalui Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Ia pernah menjabat Ketua PMII Ciputat periode 1999–2000, sebelum terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar PMII periode 2005–2007.

Catatan NU Online mengenai Kongres PMII XV pada 2005 juga mengonfirmasi terpilihnya Hery sebagai Ketua Umum PB PMII.

Dalam perjalanan organisasinya, ia juga pernah menjadi Wakil Sekretaris Jenderal PBNU. Nama Gus Hery semakin mencuat menjelang Muktamar ke-35 setelah menyatakan kesiapannya maju dalam bursa Ketua Umum PBNU.

Baca juga : Minta Maaf Ke Rais Aam, Gus Yahya Dipulihkan Sebagai Ketum PBNU

Ia mengusung gagasan regenerasi kepemimpinan NU di abad kedua dengan menitikberatkan pada penguatan kaderisasi, pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan warga Nahdliyin, serta memperluas kolaborasi di lingkungan NU.

Dalam sejumlah pemberitaan menjelang Muktamar, nama Gus Hery masuk dalam daftar figur yang disebut-sebut sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU bersama sejumlah tokoh lain, seperti Gus Yahya Cholil Staquf, KH Zulfa Mustofa, KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), KH Nasaruddin Umar, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Gus Salam, dan Gus Kikin.

NU Online juga memasukkan nama Gus Hery sebagai mantan Ketua Umum PB PMII dalam daftar tokoh yang muncul dalam bursa kepemimpinan PBNU menjelang Muktamar.

Perhatian terhadap Gus Hery tidak hanya terlihat dalam polling. Pada Juni 2026, tokoh sepuh NU KH Manarul Hidayat secara terbuka menyatakan dukungan dan memberikan restu kepada Gus Hery untuk maju sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU.

Sejumlah pemberitaan lain juga mencatat kemunculannya dalam diskursus mengenai regenerasi kepemimpinan NU. Posisi teratas dalam hasil sementara polling NU Online setidaknya menunjukkan bahwa nama Gus Hery mulai memperoleh perhatian publik di tengah sejumlah figur yang lebih dahulu dikenal dalam percaturan elite NU.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Senin 26 Agustus Hadir Di Mitra 10 Harapan Indah

Namun demikian, penentuan Ketua Umum PBNU tetap berada di tangan para muktamirin melalui mekanisme organisasi dalam Muktamar. Karena itu, selain tingkat popularitas, rekam jejak, gagasan, dan kemampuan membangun kepercayaan di kalangan peserta Muktamar akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kepemimpinan PBNU ke depan.

Dengan demikian, dinamika menjelang Muktamar ke-35 tidak hanya menghadirkan persaingan nama-nama yang telah lama dikenal, tetapi juga membuka ruang bagi munculnya figur baru yang dinilai memiliki peluang menjadi alternatif dalam proses regenerasi kepemimpinan Nahdlatul Ulama.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.