BREAKING NEWS
 

TikTok Perkuat Transparansi dan Literasi Konten Buatan AI

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 13 Juli 2026 17:00 WIB
Foto: TikTok.

RM.id  Rakyat Merdeka - TikTok memperkuat komitmennya dalam menghadirkan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang transparan dan bertanggung jawab.

Platform berbagi video tersebut meluncurkan sejumlah inisiatif baru, mulai dari peningkatan literasi AI, penguatan sistem deteksi konten spam berbasis AI, hingga memperluas kemitraan untuk meningkatkan transparansi konten buatan AI.

TikTok menilai, AI memiliki potensi besar untuk mendorong kreativitas, membantu pengguna menemukan minat baru, sekaligus menciptakan pengalaman yang lebih aman apabila digunakan secara terbuka dan bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, TikTok memperluas program literasi AI melalui materi edukasi baru dan investasi berkelanjutan bersama berbagai mitra tepercaya.

Platform ini juga menguji peningkatan sistem deteksi untuk mengidentifikasi akun yang mengunggah konten spam berbasis AI serta bergabung sebagai Dewan Pembina Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA) guna memperkuat transparansi penggunaan AI.

Baca juga : Perkuat Dan Waspada Sistem Pertahanan-Keamanan Guna Menjaga Kedaulatan NKRI

Dalam aspek edukasi, TikTok bekerja sama dengan organisasi seperti National Association for Media Literacy Education (NAMLE) dan pakar AI Henry Ajder untuk menyusun panduan penggunaan AI yang bertanggung jawab.

Selain itu, TikTok meluncurkan pusat informasi (hub) di dalam aplikasi yang membantu pengguna mengenali konten buatan AI melalui materi edukatif dan panduan praktis.

TikTok juga melanjutkan investasinya untuk mendukung organisasi seperti NoFiltr dan Raspberry Pi Foundation dalam meningkatkan literasi AI melalui konten edukatif.

Adsense

Sejak program tersebut diluncurkan pada November 2025, berbagai organisasi mitra telah menghasilkan lebih dari 200 juta tayangan konten edukasi mengenai AI.

Hingga kini, TikTok telah mengalokasikan lebih dari 4 juta dolar AS untuk mendukung program tersebut dan berkomitmen memperluas jangkauan serta dampaknya.

Baca juga : IATMI: B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Dukung Target Net Zero Emission

Di sisi lain, TikTok memperkuat upaya memberantas spam berbasis AI yang dinilai dapat menyingkirkan karya autentik para kreator. Dalam kuartal pertama 2026, platform tersebut menghapus lebih dari 86 juta akun palsu.

Dalam beberapa pekan mendatang, TikTok akan menguji sistem deteksi yang lebih canggih untuk mengidentifikasi akun yang menyebarkan konten spam berbasis AI, terutama pada topik yang berpotensi memengaruhi kepercayaan publik dan kesejahteraan masyarakat, seperti politik, peristiwa terkini, informasi keuangan, dan kesehatan.

TikTok juga terus memperkuat transparansi terhadap konten buatan AI. Dua tahun lalu, perusahaan menjadi platform video pertama yang menerapkan teknologi Content Credentials dari C2PA untuk membantu pengguna mengetahui apakah suatu konten dibuat atau telah mengalami penyuntingan signifikan menggunakan AI.

Kini, TikTok resmi bergabung sebagai Dewan Pembina C2PA untuk mendorong adopsi teknologi transparansi AI yang lebih luas di industri.

Hingga saat ini, TikTok telah memberikan label pada lebih dari 3 miliar video sebagai AI Generated Content (AIGC) melalui kombinasi teknologi Content Credentials, fitur pelabelan oleh kreator, dan teknologi invisible watermarking.

Baca juga : Mikel Merino: Mimpi Itu Akan Jadi Kenyataan

Selain memperkuat keamanan, TikTok terus mengembangkan berbagai fitur berbasis AI untuk mendukung kreativitas pengguna, seperti Smart Split, AI Outline, serta menguji fitur Manage Topics yang memungkinkan pengguna mengatur seberapa banyak konten buatan AI yang ingin ditampilkan di linimasa mereka.

Melalui berbagai langkah tersebut, TikTok berharap dapat menciptakan ekosistem AI yang lebih aman, transparan, dan bertanggung jawab, sekaligus mendorong kreativitas pengguna tanpa mengesampingkan kepercayaan publik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense