RM.id Rakyat Merdeka - Treatment estetika nonbedah kini semakin banyak dipilih untuk mengatasi berbagai masalah kulit, mulai dari kulit kendur, pigmentasi, hingga penurunan volume wajah.
Namun, dokter mengingatkan pemilihan treatment tidak bisa disamaratakan hanya berdasarkan usia. Setiap teknologi memiliki mekanisme kerja dan indikasi yang berbeda sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
dr. Catherine Soebroto, CEO dan Head Doctor dr. Belle Aesthetic Clinic, mengatakan kondisi jaringan, struktur wajah, serta target hasil menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan sebelum menentukan treatment.
“Kebutuhan setiap pasien tidak dapat dipukul rata hanya berdasarkan usia. Dokter perlu memahami kondisi jaringan, struktur wajah, serta hasil yang ingin dicapai agar treatment yang dipilih sesuai dan dilakukan secara proporsional,” ujarnya.
Salah satu teknologi yang digunakan untuk membantu mengencangkan kulit adalah Ultherapy Prime. Teknologi ini memanfaatkan Micro-Focused Ultrasound with Visualization (MFU-V).
Energi ultrasound terfokus diarahkan ke lapisan kulit yang lebih dalam, termasuk lapisan SMAS yang menjadi salah satu target pada prosedur face lift bedah.
Baca juga : XERF Hadir di Aestheglow Clinic, Teknologi Skin Tightening Favorit Selebriti Dunia
Dengan fitur visualisasi, dokter dapat melihat lapisan jaringan sebelum energi diberikan. Energi tersebut kemudian membentuk titik koagulasi termal pada kedalaman 1,5 milimeter, 3,0 milimeter, dan 4,5 milimeter.
Proses tersebut bertujuan merangsang pembentukan kolagen dan elastin baru.
Ultherapy Prime umumnya dipertimbangkan bagi pasien dengan kekenduran ringan hingga sedang pada wajah, leher dan dagu. Treatment ini juga dapat digunakan untuk membantu mengatasi penurunan garis rahang serta berkurangnya elastisitas kulit akibat proses penuaan.
Hasil treatment tidak langsung terlihat. Pembentukan kolagen berlangsung secara bertahap sehingga perubahan dapat berkembang seiring waktu.
Efeknya rata-rata dapat bertahan sekitar 12-18 bulan, bergantung pada kondisi kulit, respons tubuh, gaya hidup dan perawatan setelah treatment.
“Pasien perlu memiliki ekspektasi yang realistis karena hasil treatment nonbedah berkembang secara bertahap. Respons setiap orang juga dapat berbeda, sehingga pemeriksaan langsung tetap diperlukan sebelum menentukan area, intensitas, maupun kombinasi treatment,” jelas Catherine.
Baca juga : SOME BY MI Hadirkan Inovasi Perawatan Kulit Terbaru Lewat PDRN Spirulina Line
Catherine menekankan Ultherapy Prime bukan satu-satunya pilihan dalam treatment estetika. Teknologi lain memiliki fungsi dan target perawatan yang berbeda.
PicoSure atau PicoSure Pro, misalnya, menggunakan laser picosecond yang dapat dipertimbangkan untuk masalah pigmentasi, melasma, flek, bekas jerawat, tekstur kulit hingga penghapusan tato.
Sementara Fotona Laser mengombinasikan laser Nd:YAG dan Er:YAG yang dapat digunakan untuk sejumlah kebutuhan, seperti skin tightening, resurfacing, perawatan vaskular hingga hair removal.
Adapun Ellansé merupakan collagen stimulator injeksi yang ditujukan untuk membantu mengembalikan volume sekaligus merangsang produksi kolagen dalam jangka panjang.
Pada kondisi kehilangan volume yang lebih signifikan, dokter dapat mempertimbangkan kombinasi Ultherapy Prime dengan filler atau collagen stimulator. Namun, urutan dan jarak antar-treatment perlu ditentukan berdasarkan hasil evaluasi langsung terhadap pasien.
Selain menentukan jenis teknologi, keamanan treatment juga menjadi perhatian. Pengaturan energi dan kedalaman treatment harus disesuaikan dengan kondisi jaringan setiap pasien.
Baca juga : Nurtura Hadirkan Ultherapy Prime, Perawatan Anti Aging Minim Nyeri
“Teknologi merupakan alat untuk membantu dokter memberikan treatment yang lebih terarah. Namun, keamanan dan kesesuaian hasil tetap bergantung pada evaluasi pasien, perencanaan treatment, penggunaan perangkat yang tepat, serta kompetensi tenaga medis yang menjalankannya,” kata Catherine.
Perkembangan layanan estetika juga mulai mengarah pada layanan yang lebih personal. Sejumlah penyedia layanan bahkan menawarkan home visit dengan membawa perangkat treatment ke kediaman pasien.
Layanan tersebut menawarkan fleksibilitas dan privasi. Meski demikian, prosedur tetap perlu dilakukan dengan pendampingan tenaga medis terlatih, konsultasi awal, serta memperhatikan standar keselamatan medis.
Karena itu, dokter mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan popularitas sebuah teknologi saat memilih treatment estetika. Kondisi kulit, kebutuhan pasien, kompetensi tenaga medis dan keamanan prosedur tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.