RM.id Rakyat Merdeka - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan akan menindak delman yang wara-wiri di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Sebab dari sisi aturan, transportasi tersebut hanya boleh beroperasi di kawasan wisata.
Warga Ibu Kota mengeluhkan keberadaan delman di sekitar bundaran HI, melalui media sosial. Sebab, delman meninggalkan kotoran dan menimbulkan bau tak sedap. “Pak Dishub, Delman di HI tolong dirapikan atau disingkirkan saja. Jakarta jadi terlihat semrawut,” ujar @nur_wita.
“Kepada Pemprov DKI Jakarta, apakah di Bundaran Hotel Indonesia diperbolehkan ada delman? Sangat disayangkan kotorannya berceceran di mana-mana. Mengganggu estetika HI yang sudah baik dan baunya mengganggu. Terlebih binatang dieksploitasi seperti tepat di tengah kota. Mohon ditindak,” ciut @dewinade19.
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo berjanji menertibkannya.
Baca juga : Sekolah Sungai Siluk, Potret Keberhasilan Masyarakat Kembangkan Eduwisata Binaan PLN
“Delman memang tidak boleh beroperasi di Bundaran HI. Ada regulasinya,” kata Syafrin, Rabu (28/12).
Syafrin menyebut, salah satu titik delman boleh beroperasi yakni di Monumen Nasional (Monas) untuk melayani wisatawan. Untuk itu, Dishub DKI akan mendorong para kusir delman mengikuti aturan operasional.
Anggota DPRD DKI Hasbiallah Ilyas mendukung penertiban delman di Bundaran HI.
Dia menuturkan, delman sempat boleh beroperasi di bundaran HI, tahun 1970-an. Tujuannya untuk melayani turis yang banyak lalu lalang di kawasan itu. Tapi sekarang kebijakan itu sudah tidak sesuai dengan perkembangan. Kini, Bundaran HI sudah padat dengan kendaraan bermotor. Dan, sudah bukan lagi lokasi wisata. Sehingga keberadaan delman mengganggu lalu lintas.
Baca juga : Ratusan Masyarakat Lampung Doakan Ganjar Pranowo Menang Di Pilpres 2024
“Delman cukup di tempat-tempat rekreasi saja seperti Monas, Ragunan dan Ancol. Kalau di situ, ya nggak apa-apa,” kata Hasbiallah.
Hal senada diungkap anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak. Menurut Gilbert, delman beroperasi di Bundaran HI tidak menguntungkan untuk kusir. Karena, bukan lagi tempat wisata.
“Paling tepat ya delman di Monas, Kebun Binatang Ragunan, dan kawasan wisata lain. Itu juga kita temukan di kota lain,” kata politisi PDIP tersebut.
Gilbert menilai, jalanan di kawasan Bundaran HI tidak mendukung untuk delman. Keberadaan delman justru mengganggu pengguna jalan lain.
Baca juga : Ribuan Masyarakat Dan Ulama Riau Panjatkan Doa Untuk Kesuksesan Ganjar Pranowo
“Sekarang jalanan sudah terasa sempit oleh kendaraan. Apalagi ada delman,” tegasnya.
Sementara, Ketua Koalisi Warga Jakarta Untuk Keadilan, Marlo Sitompul menyatakan tidak setuju dengan pelarangan delman di Bundaran HI. Menurut Marlo, delman bagian kebudayaan Betawi yang seharusnya dijaga dan diberikan ruang agar tetap eksis.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.