BREAKING NEWS
 

Satpol PP Dan Polisi, Segera Bekuk Para Pelakunya

Telan Banyak Korban, Ranjau Paku Teror Para Pengendara

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Senin, 2 September 2024 06:50 WIB
Ranjau paku di jalan Kyai Haji Hasyim Ashari, Jakarta. (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)

 Sebelumnya 
Untuk para pengendara yang kerap wara-wiri di jalanan Ja­karta, Rohim memberikan se­jumlah tips agar aman dari ranjau paku. Pertama, kurangi kecepatan saat melewati area rawan ranjau.

“Kecepatan tinggi di atas 40 kilometer per jam rawan terkena. Sedangkan kecepatan di bawah itu masih aman, karena ranjau pas dilindas itu nggak bergerak tapi kalau kecepatan tinggi, dilindas ban depan, mental dan terkena ban belakang,” jelasnya.

Kedua, usahakan tidak mem­bawa beban berat, yang mem­buat paku mudah menancap. Umumnya yang terkena ranjau adalah motor yang membonceng penumpang, sehingga membuat paku mudah menancap. Ketiga, tekanan angin harus normal. “Ban kurang angin membuat gampang terkena ranjau,” pungkasnya.

Segera Tindak Pelakunya

Baca juga : Blaugrana Kokoh Di Kursi Puncak

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mengatakan, kasus ranjau paku ini sudah pada tahap yang meresah­kan. Rio menyebut, ranjau paku menjadi teror dan mengancam keselamatan para pengendara, khususnya sepeda motor.

Maraknya ranjau paku ini, menurut Rio, harus menjadi catatan dan evaluasi kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Sat­pol PP) DKI Jakarta. Dengan Sumber Daya Manusia (SDM), anggaran dan kewenangan­nya, penegak Peraturan Daerah (Perda) tersebut seharusnya bisa memberantas pelaku penyebar ranjau paku.

“Apalagi bila dikaitkan dengan anggaran belanja Satpol PP DKI yang meningkat sejak tahun 2022,” kata Rio kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (31/8/2024).

Satpol PP, lanjut Ketua PDIP Jakarta Timur ini, dapat menin­dak otak atau pelaku penyebar ranjau paku dengan Perda No­mor 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum. Setidaknya, jika tidak dapat menangkap basah pelaku penyebarnya, Satpol PP bisa menertibkan tukang tambal ban, yang disinyalir sebagai pi­hak yang berkepentingan dengan penyebaran paku tersebut.

Baca juga : Leo/Bagas Pecahkan Mitos Manusia Silver

Tanpa menunggu menangkap basah penyebar, Satpol PP bisa menertibkan tukang tambal ban yang menyalahgunakan trotoar di sepanjang jalan rawan ranjau paku.

Dengan maraknya ranjau paku, dia mempertanyakan, apakah Satpol PP pernah melakukan evaluasi atas kinerjanya sesuai Perda Nomor 8 Tahun 2007. Sebab, dia menilai Satpol PP kerap kecolongan. “Bahkan ter­kesan melakukan pembiaran atas masalah ranjau paku di jalanan ini. Selalu menunggu kejadian, baru bertindak,” kritiknya.

Rio mengapresiasi Komuni­tas Sapu Bersih Ranjau yang konsisten dan sukarela mem­bersihkan jalanan Jakarta dari ranjau paku.

“Kekuatan relawan ini se­harusnya menjadi alert untuk Pemprov DKI karena dianggap tidak mampu memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan,” tegasnya.

Baca juga : Tyas Mirasih, Lega Bertemu Anaknya Tezi

Politisi yang belum lama ini kembali dilantik menjadi ang­gota DPRD DKI Jakarta 2024-2029 ini menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta meng­gandeng Komunitas Saber dan komunitas lainnya yang peduli dengan ketertiban di Jakarta.

“Adakan workshop dan undang para pengguna jalan. Misalnya dari perwakilan ojek online (ojol) atau safety riding. Kalau perlu adakan kampanye tentang bahaya ranjau paku di jalanan,” pungkasnya.

Dari jejak digital, Satpol PP DKI Jakarta jarang sekali melakukan giat terkait ranjau paku. Apalagi dalam skala besar dengan menggunakan alat khusus. Terakhir menjelang event Jakarta International Marathon (JA­KIM) 2024 yang diselenggarakan Minggu (23/6/2024). Setelah itu, aksi bersihkan ranjau paku hanya dilakukan Satpol PP di kota ad­ministrasi.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 2 September 2024 dengan judul Satpol PP Dan Polisi, Segera Bekuk Para Pelakunya, Telan Banyak Korban, Ranjau Paku Teror Para Pengendara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense