BREAKING NEWS
 

Tumpas Penyakit DBD Di Jakbar

Warga Dititipi Ember Isi Telur Nyamuk Wolbachia

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Jumat, 27 September 2024 06:50 WIB
Nyamuk berbakteri Wolbachia. (Foto: ANTARA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah akan meluncurkan program pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di wilayah Jakarta Barat (Jakbar), Jumat, 4 Oktober 2024. Warga diajak menjadi Orang Tua Asuh (OTA) untuk menyebarkan nyamuk pemberantas penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tersebut.

Peluncuran akan dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Kemen­terian Kesehatan (Kemenkes). Lokasi persisnya di Rukun Warga (RW) 07 Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakbar, sebagai langkah inovatif dalam upaya pengendalian penyakit DBD di DKI Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspi­tawati menjelaskan, penggunaan bakteri alami Wolbachia meru­pakan strategi baru dan ramah lingkungan untuk memberantas Nyamuk Aedes Aegypti penye­bab infeksi virus Dengue.

Baca juga : Garuda Muda Jaga Konsistensi

Strategi ini melengkapi program utama Pemberantasan Sa­rang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Yakni Menguras, Menutup tempat penampungan air, dan Mendaur-ulang barang-barang bekas). Serta ditambah (Plus) menaburkan larvasida pem­basmi jentik, memelihara ikan pemakan jentik, mengganti air dalam pot/vas bunga dan lain-lain.

Ani mengungkapkan, Dinkes terus melakukan sosialisasi ke­pada masyarakat tentang metode Wolbachia dan penerapannya. Selain itu, mengajak masyarakat mendukung program ini dengan berpartisipasi aktif sebagai OTA yang akan dititipkan ember beri­si telur nyamuk ber-Wolbachia.

“Tentu ada pendampingan dari kami agar masyarakat memaha­mi cara-cara perkembangbiakan jentik dan memantau keberhasi­lannya,” ungkap Ani di Jakarta, Rabu (25/9/2024).

Baca juga : Badminton Macau Open 2024, Putri KW Dan Deglo Melaju

Ani menambahkan, monitor­ing dan evaluasi akan dilakukan setiap enam minggu untuk me­mantau keberhasilan program ini. Targetnya, pada 2025, program pelepasan nyamuk Aedes ae­gypti ber-Wolbachia dapat dilak­sanakan di seluruh kecamatan di Jakbar dan mencapai indikator keberhasilan. Yaitu populasi nyamuk Aedes aegypti ber-Wol­bachia lebih dari 60 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Direk­tur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes Anas Ma’ruf menerangkan, pihaknya menerap­kan inovasi teknologi Wolbachia untuk menurunkan kasus DBD di Indonesia. Teknologi Wol­bachia merupakan salah satu inovasi dan bagian dari strategi pengendalian yang tertuang dalam Stranas (Strategi Nasional) Pengendalian Dengue.

“Jakarta Barat menjadi salah satu area yang diprioritaskan untuk penerapan teknologi ini, mengingat tingginya angka kejadian DBD di wilayah ini. Implementasi di Kota Jakarta Barat belum pernah dilakukan dan baru akan mulai dilakukan dalam waktu dekat,” ujar Anas.

Baca juga : Sarwendah, Sudah Cerai, Tak Dinafkahi Ruben

Sebagai implementasi awal, penerapan teknologi ini juga dilakukan di empat kota lain, yakni Semarang, Bontang, Bandung dan Kupang. Lang­kah ini diambil mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1341 tentang Penyelenggaran Implementasi Wol­bachia sebagai Inovasi Penanggulangan Dengue.

Kendati demikian, Anas menegaskan, keberadaan inovasi teknologi Wolbachia tidak serta merta menghilangkan metode pencegahan dan pengendalian dengue yang telah ada di Indonesia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense