RM.id Rakyat Merdeka - Harga pangan rentan mengalami kenaikan menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan dan Natal serta Akhir Tahun (Nataru). Karena itu, semua pihak terkait diharapkan melakukan upaya untuk mengantisipasinya.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memprediksi hingga akhir tahun 2024, inflasi di Provinsi DKI Jakarta mengalami kenaikan seiring dengan aktivitas ekonomi yang meningkat.
Heru menyebut, beberapa komoditas pangan diperkirakan masih mengalami tren kenaikan harga seiring dengan naiknya permintaan masyarakat pada Nataru 2025 dan implikasi perubahan harga komoditas global.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, lanjut Heru, lima komoditas utama yang harganya selalu fluktuatif, yaitu cabe merah, bensin, daging ayam ras, masker, dan telur ayam ras. Sementara secara bulanan lima komoditas utama penyumbang deflasi Jakarta, yaitu bensin, cabe rawit, cabe merah, telur ayam ras dan emas perhiasan.
Baca juga : Manchester United Vs Brentford, Setan Merah Status Siaga
Heru mengingatkan, stok kebutuhan pangan saat momen Pilkada dan Nataru harus dipastikan ketersediaannya. Dia menginstruksikan para wali kota di lima Kota Administrasi DKI Jakarta dan Bupati Kepulauan Seribu agar memantau harga dan memastikan ketersediaan stok pangan strategis.
Begitu juga dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta, termasuk Dinas dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan, agar segera mempersiapkan stok untuk memenuhi permintaan barang menjelang Pilkada dan Nataru.
“Evaluasi pelaksanaan program kerja secara berkala harus terus dilakukan, serta membuat program kerja TPID 2025 dan peta jalan pengendalian inflasi daerah 2025-2029,” ujar Heru saat memberi arahan di High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Rabu (16/10/2024).
Heru mengungkapkan, TPID Provinsi DKI Jakarta telah berupaya dalam mempersiapkan stok pangan dan mengantisipasi kenaikan permintaan saat Pilgub dan Nataru. Di antaranya, melakukan strategi 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, komunikasi efektif) untuk pengendalian inflasi.
Baca juga : Badminton Denmark Open 2024, Jojo Dan Ginting Babak Belur
Selain itu, papar Heru, melakukan kerja sama antardaerah, kegiatan Sembako Murah, menyelenggarakan Festival Urban Farming, publikasi informasi terkait inflasi di media sosial dan melakukan penjualan produk pangan melalui berbagai kanal toko ritel. Kemudian, bersinergi dan kerja sama dengan Kementerian/Lembaga, Bank Indonesia, Bulog, BUMD Pangan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mengendalikan inflasi di Jakarta.
Heru mendorong jajarannya untuk melakukan inovasi dalam menjaga ketersediaan bahan pangan di daerah melalui berbagai kegiatan. Misalnya, gerakan swadaya masyarakat menanam cepat panen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank DKI Jakarta Arlyana Abubakar mengatakan, sinergitas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan sangat diperlukan dalam melakukan penguatan dan pengendalian inflasi melalui strategi 4K. Selain itu, penguatan koordinasi kawasan Jabodetabek dan gerakan sadar inflasi juga perlu dilakukan untuk mendorong daya beli masyarakat.
“Upaya mendorong sadar inflasi ini harus sudah mulai dilakukan dengan kampanye hemat energi, terutama listrik, bensin dan air. Juga melakukan konsumsi bijak, terutama minimum food waste,” pungkas Arlyana.
Baca juga : Dana Kampanye Trump Gagal Salip Fulus Harris
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 18 Oktober 2024 dengan judul Jelang Pilgub Dan Nataru, Nih, Jurus DKI Antisipasi Loncatnya Harga Pangan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.