Sebelumnya
Ia mengatakan, usulan tersebut merupakan salah satu upaya membantu para pelaku UMKM untuk dapat memasarkan pproduknya agar bisa dikenal secara luas.
Menurut dia, selain dengan mall, perlu berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), seperti Perumda Pasar Jaya untuk menyediakan tempat bagi UMKM binaan Jakarta Entrepreneur (JakPreneur).
“Untuk UMKM yang sudah naik kelas, bisa ditempatkan di Pasar Jaya,” ujarnya
Ia juga meminta Dinas PPKUKM meningkatkan kuota pelatihan untuk UMKM, terutama yang berorientasi kepada produk ekspor.
Baca juga : Liga Champions: Real Madrid Vs Borussia Dortmund, Los Blancos Siaga Satu
Tak hanya kuota pelatihan lanjut Wa Ode, namun jenis pelatihan yang diberikan juga diminta bervariasi agar keahlian mereka tak hanya itu-itu saja.
“Pelatihan apa yang paling dibutuhkan di Jakarta? Pemerintah harus tahu itu sehingga mereka ini mudah mencari peluang usaha,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, program Jakpreneur memfasilitasi warga Jakarta yang ingin memulai usaha dan mengembangkan usahanya agar lebih baik dan dapat naik kelas.
Untuk akses pendanaan, Pemprov DKI memberikan fasilitas permodalan kepada anggota Jakpreneur melalui e-Form yang terintegrasi dengan Bank DKI. Pemprov DKI menyediakan pendampingan dan pelatihan kepada UMKM dalam mengajukan pinjaman atau pembiayaan.
Baca juga : Jadi Petenis Nomor Satu Dunia, Sabalenka Kudeta Swiatek
“Selain itu, mendorong perkembangan platform pendanaan alternatif, seperti crowdfunding, peer-to-peer lending, atau modal ventura (agar) dapat memberikan opsi pendanaan yang lebih beragam bagi UMKM,” terangnya.
Pemprov juga mendukung pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) atau koperasi sebagai sumber pembiayaan alternatif bagi UMKM. Serta, memfasilitasi UMKM dalam mengakses layanan keuangan digital dan pembayaran elektronik dapat membantu mereka dalam mengelola keuangan dan transaksi dengan lebih efisien.
Pembiayaan Tumbuh Positif
Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo mengungkapkan, Perseroan mencatatkan kredit dan pembiayaan segmen UMKM tumbuh sebesar 22,78 persen dari Rp 4,41 triliun per Juni 2023 menjadi Rp 5,41 triliun Per Juni 2024.
Baca juga : Pevita Pearce, Dinikahi Crazy Rich Malaysia
Kredit dan pembiayaan segmen UMKM, yaitu kredit Mikro periode Juni 2024 meningkat 27,99 persen menjadi Rp 3,81 triliun dari sebelumnya Rp 2,98 triliun pada Juni 2023. Serta kredit Ritel periode Juni 2024 meningkat 11,94 persen menjadi sebesar Rp 1,60 triliun dari sebelumnya Rp 1,43 triliun pada Juni 2023.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 22 Oktober 2024 dengan judul Guyuran Modal Beri Dampak Positif, UMKM Di DKI Serap Jutaan Tenaga Kerja
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.