Sebelumnya
Untuk menekan kenaikan harga selama periode Nataru, pihaknya menggelar kegiatan pasar murah atau pangan murah keliling yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan BUMD Pangan DKI Jakarta.
“Total pelaksanaan pasar murah pada Desember sebanyak 22 hari di 111 titik lokasi, ” katanya.
Eli menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta juga berupaya mencegah aksi panic buying melalui edukasi masyarakat. Dia mengatakan, sepekan menjelang Natal, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta turun langsung untuk memberikan edukasi bahwa stok pangan di Jakarta aman.
“Ini efektif menenangkan masyarakat sehingga tidak ada aksi borong,” katanya.
Baca juga : Liverpool Rontokkan Spurs 6-3, Si Merah Menyala Data Dan Fakta
Dia menyampaikan, pengawasan ketat dilakukan oleh tim TPID dan Satgas Pangan di pasar tradisional, gudang dan pasar modern untuk memastikan kualitas pangan tetap terjaga. Pemeriksaan sampel oleh Dinas KPKP, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), dan Dinas Kesehatan, Badan POM juga dilakukan sebagai bentuk perlindungan konsumen agar pangan yang dikonsumsi aman dan sehat.
“Dengan langkah-langkah konkret ini, Pemprov DKI Jakarta memastikan masyarakat dapat menjalani perayaan Natal dan Tahun Baru dengan tenang,” jelasnya.
Pemprov DKI juga memastikan ketersediaan stok pangan dan inflasi tetap terkendali menjelang Nataru. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri melalui Surat Edaran Nomor 400.6/6464/SJ tanggal 3 Desember 2024, yang menekankan pentingnya menjaga kebutuhan pokok serta pengawasan harga di wilayah masing-masing.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Sri Haryati menyampaikan, Jakarta mengalami inflasi bulanan sebesar 0,29 persen (mtm) pada November 2024, sedikit lebih rendah dari inflasi nasional yang sebesar 0,30 persen. Secara tahunan, inflasi Jakarta tercatat sebesar 1,58 persen dan secara tahun kalender sebesar 1,10 persen.
Baca juga : Pernikahan Bak Kisah Legenda
Sri mengatakan, lima komoditas utama penyumbang inflasi bulanan di Jakarta, yakni bawang merah, tomat, emas perhiasan, daging ayam ras dan minyak goreng.
“Secara tahunan, komoditas utama penyumbang inflasi adalah emas perhiasan, beras, kue kering berminyak, sewa rumah, dan upah asisten rumah tangga,” ungkap Sri, Jumat (20/12/2024).
Dia mengatakan, sinergi yang solid antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat, TPID, Satgas Pangan, dan semua stakeholder terkait dalam memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga pangan.
“Meskipun beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga akibat cuaca ekstrem, stok pangan di Jakarta tetap cukup,” ucapnya.
Baca juga : Nolak PPN 12 Persen, PDIP Dituding Lempar Batu Sembunyi Tangan
Sri menambahkan, Pemprov DKI juga telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan dan harga pangan. Termasuk pemantauan langsung di pasar-pasar, pelaksanaan pasar murah keliling di 111 titik, serta penyediaan dan pendistribusian pangan subsidi bagi masyarakat tertentu.
“Dengan langkah-langkah ini, diharapkan inflasi di Jakarta tetap terkendali dan berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen ± 1 persen. Meskipun ada peningkatan permintaan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru,” tandasnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.