BREAKING NEWS
 

Produksi Terganggu Akibat Cuaca Ekstrem

Pasokan Cabe Ke Jakarta Anjlok Hingga 56 Persen

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Minggu, 12 Januari 2025 06:50 WIB
Pedagang menjual cabai rawit di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/25). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
“Pemprov Jakarta juga melaku­kan operasi pasar oleh Perumda Pasar Jaya, termasuk di wilayah Kepulauan Seribu. Kemudian memanfaatkan fasilitas BUMD untuk mengembangkan pertanian urban (urban farming), khusus­nya untuk komoditas cabe,” ujarnya, Jumat (10/1/2025).

Eli menjelaskan, Pemprov juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan produs­en di daerah untuk mengatasi kendala pasokan akibat cuaca ekstrem.

Dia berharap, kebijakan ini mampu meredam gejolak harga cabe dan menjamin pasokan tetap tersedia bagi masyarakat Jakarta.

Baca juga : Arsenal Vs Manchester United, Misi Mempertahankan Juara

“Upaya kami fokus pada sta­bilisasi harga sekaligus me­mastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi. Pemprov berkomitmen menjaga keterse­diaan pangan dan mengurangi dampak lonjakan harga bagi warga Jakarta,” tandasnya.

Ketua Komisi B Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jakarta Nova Harivan Paloh mengatakan, Program Pasar Murah membantu masyarakat mendapatkan harga pangan secara ekonomis.

Nova mengatakan, semakin banyak dilaksanakannya program pasar murah, secara lang­sung harga pangan di pasar akan stabil. Kebutuhan masyarakat dapat mudah terpenuhi secara menyeluruh.

Baca juga : Laga Lanjutan NBA, Kings Sikat Juara Bertahan

Perlu diketahui dalam Ran­cangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Ta­hun Anggaran 2025, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi Jakarta telah mengajukan ang­garan sebesar Rp 800 miliar.

Anggaran itu ditujukan untuk PT Food Station Tjipinang Jaya dan Perumda Dharma Jaya dalam melaksanakan program subsidi pangan murah. Khusus­nya bagi warga yang kurang mampu.

Dengan begitu, Nova mene­kankan agar PT Food Station Tjipinang Jaya dan Perumda Dharma Jaya menjadi poros lumbung menjaga kestabilan harga pangan bila Program Pasar Murah tersebut terus terlaksana. Kebutuhan pokok yang bisa terpenuhi untuk masyarakat, di antaranya beras, lauk pauk seperti ikan, daging sapi, daging ayam dan telur.

Baca juga : RI Masuk BRICS Bukan Hasil Kerja Semalam

“Nah, ini bagaimana PT Food Station dan Dharma Jaya nanti bisa jadi salah satu lumbung untuk kestabilan harga. Itu yang paling penting,” tambah Nova.

Selain itu, Nova mengingatkan Dinas KPKP Jakarta tetap me­mantau kestabilan harga. Jangan sampai harga melonjak. Setiap BUMD harus terus berkoordinasi dengan Dinas KPKP.

“Artinya, Dinas KPKP ini jadi supervisi terhadap kestabilan harga diimplementasikan BUMD kita,” tegas Nova. [RAA/DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense