Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Pergantian pelatih dari Mike Brown ke Doug Christie membawa dampak positif bagi Sacramento Kings. Tim itu melanjutkan rentetan kemenangan menjadi enam kali beruntun dengan menggasak tuan rumah dan juara bertahan Liga Basket Amerika (NBA), Boston Celtics.
Bertanding di TD Garden, kemarin Waktu Indonesia Barat (WIB), tak membuat Kings gentar. Celtics yang sedang dalam tren menurun, dengan dua kali kalah dari tiga laga, termasuk melawan Kings, dibuat takluk dengan skor 114-97.
Di laga ini, Celtics terlihat menunjukkan mereka sedang terpuruk. Serangan-serangan yang biasanya tajam, kali ini melempem. Bahkan, mereka cuma bisa memasukkan 11 dari 41 percobaan tembakan tiga angka.
Buruknya penampilan Celtics dimanfaatkan dengan baik oleh Kings. Tim tersebut bangkit di kuarter keempat setelah tertinggal di dua kuarter sebelumnya. Kings melaju 38-21 di babak terakhir. Mereka meninggalkan Celtics hingga margin terbesar 19 poin.
Baca juga : RI Masuk BRICS Bukan Hasil Kerja Semalam
Pada pertandingan ini, Kings memiliki lebih banyak peluang dari Celtics. Kings membuat 102 percobaan dan berhasil mengonversi 44 tembakan. Berbanding dengan Celtics yang hanya bisa mencetak 34 dari 84 upaya percobaan.
Domantas Sabonis bermain seperti biasanya. Pemain asal Lithuania itu mencatat double-double untuk ke-33 kalinya dalam musim ini. Dengan 23 poin dan 28 rebound. Dia bisa memasukkan 10 dari 15 kal percobaan 15 tembakan.
Perolehan rebound itu menjadi yang tertinggi dalam kariernya. Sabonis memperoleh setidaknya 20 rebound dalam 24 gim dalam musim ke-9-nya di NBA. Perolehan rebound tertinggi musim ini sebelumnya dicatat bintang San Antonio Spurs, Victor Wembanyama dengan 23 rebound.
Masih dari Kings, Malik Monk memberikan kontribusi dengan menghasilkan 22 poin dan 8 assist.
Baca juga : Kebakaran Hutan Makin Ganas, Los Angeles seperti Neraka
DeMar DeRozan mencetak 24 poin, 4 rebound, dan 9 assist. Keegan Murray dengan 19 poin dan 3 blok. Lalu Devin Carter dengan 11 poin dan 4 rebound.
Pencapaian Kings setelah diambil Christie terhitung sangat apik. Setelah kerap menelan kekalahan saat ditangani Brown, kini Kings memperoleh persentase kemenangan 50 persen dari 38 gim. Mereka bertahan di zona play-in dan memiliki rekor yang sama dengan Warriors.
Disebutkan, pencapaian itu membuat Christie bisa membungkam para pengkritik yang sejak awal meragukannya. Bahkan, kritik tersebut datang dari para pendukung Kings. Selain itu, Christie dianggap bisa mengembalikan kedisiplinan para pemainya. Terutama Sabonis.
Di laga melawan Celtics, Sabonis sama sekali tak terpancing merespons tindakan yang dilakukan lawan kepadanya. Biasanya, Sabonis kerap mengumpat pada lawan saat sedang ditekan. Kini, hal tersebut tidak tampak lagi.
Baca juga : Soal Pagar Laut Di Pesisir Tangerang, Prabowo Turun Tangan
“Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia hanya berjuang, berjuang. Karena itu, saya mencintainya,” ujar Christie, usai pertandingan.
Hasil perubahan kepelatihan Christie memang bisa dilihat jelas di klasemen liga. Namun, menurutnya, perubahan sikap para pemainnya yang memberikan dampak besar. Saat ini, kata dia, para pemainnya masuk ke lapangan dengan memiliki rencana permainan dan mengeksekusinya.
“Ini keyakinan. Saya pikir mereka mulai percaya pada diri sendiri. Jika kami kalah, kami menjabat tangan mereka dan kami akan terus maju,” tandasnya. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya