RM.id Rakyat Merdeka - Jumlah realisasi penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tidak optimal, hanya 74,33 persen dari 25.472 pelajar Jakarta yang terdaftar sebagai penerima. Salah satu penyebabnya, ada sejumlah sekolah ogah-ogahan alias kurang responsif menjalankan kebijakan tersebut.
Dari data tersebut, artinya ada 6.538 pelajar miskin tidak mencairkan dana bantuan sosial (bansos) itu.
PIP merupakan bantuan pendidikan selain Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang pendanaannya bersumber dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Baca juga : Arsenal Vs Tottenham Hotspurs, Meriam London Waspada
PIP diberikan dalam bentuk uang tunai yang bisa digunakan untuk membiayai pembelian buku, seragam, hingga kebutuhan-kebutuhan sekolah lainnya. Pada 2024, dari total dana yang disediakan Rp 16.605.000.000, hanya Rp 12.329.625.000 yang tersalurkan.
Rendahnya serapan dana PIP tersebut disayangkan Sekretaris Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Justin Adrian Untayana. Apalagi, beber Justin, tidak tersalurkannya bansos pendidikan tersebut lantaran tidak responsifnya pihak sekolah.
Padahal, lanjut dia, peserta didik yang telah ditetapkan sebagai penerima PIP berhak untuk mendapatkan bantuan tersebut. Bantuan tersebut dapat mengurangi angka putus sekolah.
Baca juga : Raih MVP, Cetak 44 Poin Vs IBK Altos, Megatron Makin Menyala
Karena itu, Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini memastikan akan mengawal pemenuhan hak pelajar kurang mampu.
“Pemerintah harus memastikan penerima PIP mendapatkan bantuannya. Ini penting karena berkaitan dengan pendidikan yang jadi penentu masa depan banyak orang,” kata Justin, Senin (13/1/2025).
Justin mengaku menerima banyak keluhan warga Jakarta Timur (Jaktim) yang kesulitan mendapatkan bantuan dari pihak sekolah untuk mengakses bantuan PIP. Menurut warga, sekolah kurang responsif terhadap warga yang meminta bantuan untuk melakukan aktivasi rekening guna mendapatkan bantuan itu.
Baca juga : KPK Sita Uang Di Rekening Sebanyak Rp 476,9 Miliar
Salah satu kendala yang dihadapi oleh warga adalah kesulitan untuk mendapatkan surat pengantar dari pihak sekolah. Padahal, surat tersebut dibutuhkan untuk mengakses rekening penerima manfaat, untuk dapat menarik dana dari bank-bank yang menyalurkan PIP.
Justin mengatakan, pihaknya membuka pintu bagi warga yang ingin melaporkan berbagai kesulitan dalam mencairkan bantuan PIP.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.