Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jubir Kantor Komunikasi Presiden Menjawab
MBG Turunkan Omset Kantin Sekolah?
Selasa, 14 Januari 2025 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Banyak manfaat yang ingin dicapai dari pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Selain perbaikan gizi, narasi besar dari program ini adalah swasembada pangan dan pertumbuhan ekonomi 8 persen. Ibaratnya, program MBG itu hilirnya, maka swasembada pangan hulunya.
Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Badan Komunikasi Kantor Kepresidenan, Dedek Prayudi, saat menjadi narasumber di Podcast Ngegas Rakyat Merdeka yang dipandu Wartawan Rakyat Merdeka Siswanto, Senin (13/1/2025).
“Bahan baku dari makan bergizi gratis berasal dari daerah. Sehingga, program ini harus dibarengi dengan kesiapan daerah menyediakan bahan bakunya,” kata Dede.
Baca juga : Puskesmas Distribusikan MBG Buat Bumil Dan Busui
Politisi yang akrab disapa Uki ini menuturkan, selama sepekan berjalan, program ini sudah berjalan dengan baik. Mulai dari pasokan bahan baku dari BUMDes ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum, proses produksi, distribusi, hingga distribusinya sampai dengan tepat waktu ke penerima manfaat, yakni anak-anak sekolah.
“Kami selalu melakukan monitoring setiap saat. Bila ada kendala, kita langsung turun tangan. Kita bakal langsung investigasi,” tegas Uki.
Uki mengakui, program yang baru berjalan ini memang belum bisa menjangkau ke seluruh sekolah di Indonesia. Mengingat, saat program ini pertama dijalankan, baru 190 SPPG yang siap.
Baca juga : Golkar Riau Sedang Dilanda Konflik Internal
“Kami minta semua bersabar. Karena program ini bersifat universal. Tidak semua SPPG sudah siap. Kami terus berusaha agar SPPG yang siap terus bertambah. Makanya dari awal kami menyebutnya bertahap,” ujarnya.
Kenapa harus bertahap? Karena SPPG yang akan beroperasi harus memenuhi 3 standar yang ditentukan pemerintah. Yakni, standar kecukupan gizi, standar kebersihan, dan standar kelola limbah.
“Kalau memang SPPG belum siap, maka sebaiknya jangan dipaksakan. Belum lagi dari kesiapan perangkat desa dan sekolah,” tuturnya.
Baca juga : Komunikasi Pusat Dan Daerah Berjalan Baik
Apalagi, menjangkau 82,9 juta anak penerima manfaat dari program MBG ini merupakan target jangka panjang. Untuk mencapai target yang dinginkan Presiden Prabowo itu, dibutuhkan waktu 4-5 tahun.
“Di tahun pertama, kita menargetkan antara 17 sampai 20 juta penerima manfaat,” jelasnya.
Selain itu, kesuksesan program MBG ini juga tergantung dari ketersediaan pangan di daerah. Mengingat dalam program MBG ini, bahan baku yang dikirim ke SPPG harus berasal dari daerah, bukan impor. Produksi pangan, baik dari pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan harus ditingkatkan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya