Sebelumnya
Padahal untuk menjadi kota global, seperti di Tokyo (Jepang) dan London (Inggris), cakupan pengelolaan air limbah harus sudah mencapai angka 100 persen. Minimnya fasilitas sanitasi ini disebut menjadi biang kerok masyarakat Jakarta buang limbah sembarangan.
“Terutama di pemukiman padat dan kampung kumuh, masyarakat masih mengandalkan sistem pembuangan air sederhana. Bahkan, langsung ke saluran air tanpa pengolahan,” jelasnya.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mengentaskan praktik BAB sembarangan.
Baca juga : Liga Primer Inggris, Meriam London Bombardir City
Kepala Bidang Pengelolaan Air Limbah Dinas SDA DKI Robby Dwi Mariansyah mengungkapkan, selama 2024, pihaknya telah merevitalisasi 16 fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) komunal. Belasan MCK itu tersebar di beberapa wilayah Jakarta Pusat, Selatan, dan Barat. Tujuan perbaikan fasilitas MCK ini diharapkan bisa mengurangi angka BAB sembarangan.
“Kami berharap warga dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya untuk menjaga kebersihan,” kata Robby dalam keterangannya.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sanitasi yang layak, pihaknya juga menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dalam program sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Baca juga : Kata Pesaing Beratnya, Sinner Masih Yang Terbaik
“Melalui penyuluhan dari Dinas SDA dan Dinas Kesehatan, masyarakat diharapkan menyadari pentingnya sanitasi yang baik,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya melakukan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T), yang melibatkan pemukiman dan kawasan perkotaan.
“Perumda Paljaya turut serta memberikan subsidi untuk pembangunan tangki septik rumah tangga, membantu lebih banyak warga memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak,” kata Robby.
Baca juga : Santai Terjerat Banyak Kasus
Berdasarkan data Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Dinkes DKI Jakarta, ada lima kelurahan yang memiliki angka BAB sembarangan cukup tinggi. Yakni, Kelurahan Kapuk, Mangga Dua Selatan, Penjaringan, Manggarai, dan Cipinang Besar Utara.
Robby menegaskan, pihaknya tidak dapat bekerja sendiri untuk mengentaskan perilaku BAB sembarangan.
“Peran serta warga sangat penting dalam mengurangi perilaku BAB sembarangan dan meningkatkan kualitas sanitasi di Jakarta,” tandasnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.