RM.id Rakyat Merdeka - Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mengungkapkan, angka pengangguran di Jakarta sebesar 6,03 persen. Salah satu penyebabnya, pendidikan dan keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan industri.
Sekretaris Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Justin Adrian berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat menyelesaikan masalah tersebut.
“Banyak orang mengalami kesulitan mencari pekerjaan. Salah satu penyebabnya, bisa jadi karena pendidikan dan keterampilan tidak sesuai dengan karakteristik kebutuhan pasar,” kata Justin, Senin (24/2/2025).
Menurutnya, tingkat pengangguran yang tinggi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diatasi.
Baca juga : Liverpool Vs Newcastle, Duel Krusial Demi Zona Nyaman
Dia berharap, Pemprov bisa memulai menyelenggarakan program job fair yang dibicarakan dalam pidato Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Kamis (20/2/2025).
“Harapannya, job fair bisa menemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan keterampilan mereka,” ujarnya.
Dengan anggaran Dinas Pendidikan (Disdik) sebesar 18,4 triliun per tahun anggaran 2025, dia mendorong kurikulum pendidikan tidak lagi konvensional, tapi adaptif. Karena itu, Justin meminta Pemprov menyesuaikan kurikulum pendidikan dan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kebijakan link and match dengan kebutuhan industri di Jakarta seharusnya dimulai dari penyesuaian kurikulum di sekolah dan pelatihan-pelatihan kerja,” sarannya.
Baca juga : Laga Lanjutan NBA, Timberwolves Gilas Thunder
Dengan begitu, kurikulum atau modul pelatihan yang diberikan kepada para peserta didik sesuai dengan keterampilan yang sedang dibutuhkan sekarang.
“Kalau ini luput, akan semakin banyak orang menganggur karena keterampilan yang mereka miliki tidak sesuai dengan kebutuhan pasar sekarang,” jelas Justin.
Dalam rangka mengentaskan pengangguran yang jadi salah satu program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Kota Jakarta Timur terus melakukan berbagai inovasi.
Kepala PPKD Jakarta Timur Teguh Hendarwan mengatakan, selain menggelar pelatihan regular, pihaknya juga menjemput bola melalui program Mobile Training Unit (MTU) dengan sasaran warga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Baca juga : Ingin Dinikahi Pengusaha
Selain itu, pihaknya juga menyasar penghuni rusun, warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) hingga panti sosial.
Teguh mengatakan, untuk angkatan pertama tahun ini program MTU dilaksanakan di Rusun Pulogebang Tower, Kelurahan Pulogebang dengan program pelatihan service ringan sepeda motor.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.