BREAKING NEWS
 

Pram Akui Pengolahan Sampah RDF Plant Rorotan Nggak Beres, Ancam Kesehatan Warga

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Jumat, 21 Maret 2025 14:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau RDF Plant Rorotan, Jakarta Timur, Kamis (20/3/2025). (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui ada ketidak beresan dalam pengolahan sampah di fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, sehingga menimbulkan bau busuk, asap hitam dan potensi ancaman kesehatan di wilayah sekitar.

Pramono mengatakan, sampah yang seharusnya tidak disimpan lebih dari tiga hari, ternyata tersimpan lebih dari sebulan selama proses commissioning (uji coba), sehingga menimbulkan masalah serius bagi lingkungan dan masyarakat. 

"Seharusnya sampah hanya boleh disimpan selama dua hingga tiga hari. Kalau lebih dari itu, kualitas sampah menurun dan akan memicu masalah seperti bau dan bahkan dampak kesehatan," ujar Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Jumat (21/3/2025). 

Menurut Pramono, masalah ini timbul karena internal yang melakukan commisioning tidak mempertimbangkan dampak jangka panjang dari penumpukan sampah dalam waktu lama. Tempat penampungan sampah yang ada di RDF Rorotan sebenarnya dirancang hanya untuk kapasitas 2.500 ton sampah, meskipun fasilitas tersebut mampu menangani hingga 5.000 ton sampah. 

"Sampah ini seharusnya tidak boleh dibiarkan lebih dari dua hingga tiga hari, karena kapasitas penampungannya terbatas," lanjutnya. 

Baca juga : Tekan Angka Penularan DBD, Penyebaran Nyamuk Berbakteri Wobachia Diperluas

Sebagai langkah perbaikan, Pramono mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera memasang teknologi deodorizer dan filter tambahan di fasilitas RDF Rorotan, serta menerapkan teknologi Jepang yang lebih efisien dalam mengurangi bau sebelum sampah dibakar. Ia juga memastikan bahwa semua sampah yang tertumpuk akan segera dikeluarkan dan fasilitas tersebut akan dibersihkan agar tidak ada sampah yang tersisa. 

Menanggapi pertanyaan mengenai anak-anak yang terpapar dampak ISPA akibat polusi udara dari RDF, Pramono mengungkapkan bahwa pemerintah Jakarta bertanggung jawab atas dampak kesehatan yang terjadi. Ia memastikan bahwa pemantauan kualitas udara di sekitar fasilitas akan dilakukan secara intensif. 

"Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan bahwa segala dampak kesehatan, terutama terhadap anak-anak, menjadi perhatian utama. Pemantauan udara harus lebih dari sekadar memeriksa kejernihan, tapi juga untuk kesehatan masyarakat," tegasnya. 

Adsense

Pram menyampaikan, pemerintah akan bertanggung jawab untuk melakukan ganti rugi kepada warga yang terdampak. 

"Kami sudah meminta maaf kepada warga atas kejadian ini dan saya pastikan Pemprov DKI Jakarta akan bertanggung jawab atas kesehatan mereka, baik anak-anak maupun orang dewasa," ujarnya. 

Baca juga : Benahi Penyaluran Bansos, Cak Imin Pastikan Lewat Himbara Nggak Kena Charge

Untuk langkah lanjutan, Pemprov DKI Jakarta berencana untuk memasang alat pemantau kualitas udara di radius 4 hingga 5 kilometer dari lokasi RDF Rorotan. 

"Kami akan memantau kualitas udara di sekitar fasilitas untuk memastikan bahwa dampaknya terhadap kesehatan dapat diminimalkan," tambahnya. 

Sebelumnya, Kamis (20/3/2025), Pramono juga menyoroti penggunaan sampah yang sudah terlalu lama disimpan selama proses uji coba di RDF Rorotan. Ia menyatakan bahwa sampah yang tertimbun selama lebih dari sebulan itu menyebabkan munculnya bau tidak sedap dan asap hitam dari cerobong, serta mengundang bakteri yang memperburuk kualitas udara. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa pada saat komisioning awal Februari, sampah sebanyak 2.500 ton dimasukkan, tetapi sistem pengolahan belum optimal. 

"Kami akan segera mengeluarkan sisa sampah yang ada dalam waktu 3 hingga 5 hari ke depan, dan ke depannya, kami akan memastikan sampah yang digunakan dalam komisioning adalah sampah yang baru dan tidak disimpan terlalu lama," ungkap Asep. 

Baca juga : Dorong Pengurangan Sampah Plastik, Haleon Gunakan Botol Berbahan Ramah Lingkungan

Gubernur Pramono juga menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan dialog dengan warga sekitar fasilitas RDF Rorotan. 

"Kami sangat menghormati hak warga untuk menyampaikan pendapat dan kami sudah berdialog dengan mereka. Warga mendengarkan penjelasan kami, dan kami berkomitmen untuk memperbaiki fasilitas ini dengan segera," kata Pramono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense