BREAKING NEWS
 

Tekan Tawuran, Pramono Usulkan Program Manggarai Bersolawat

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Rabu, 14 Mei 2025 15:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai pengangguran sebagai salah satu pemicu utama terjadinya aksi tawuran yang berulang di wilayah Manggarai, Jakarta Selatan. 

Dia menyatakan bahwa akar konflik yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial ekonomi masyarakat, khususnya anak-anak muda yang belum memiliki pekerjaan tetap.

“Jadi saya ingin menyelesaikan persoalan tauran di Manggarai. Salah satunya itu secara substansi. Karena saya sudah mempelajari. Salah satu faktor adalah ketidakberuntungan banyak anak-anak di sana. Yang mohon maaf belum punya pekerjaan tetap,” ujar Pramono dalam keterangannya, dikutip, Rabu (14/5/3025).

Selain faktor pengangguran, Pramono juga menyoroti kurangnya pemanfaatan fasilitas umum, seperti sarana olahraga yang seharusnya bisa menjadi wadah kegiatan positif bagi anak-anak muda di wilayah tersebut.

Baca juga : Program Anak Masuk Barak Militer Dibolehkan

“Kemudian ada sarana olahraga dan sarana-sarana lain yang tidak termanfaatkan secara baik,” tambahnya.

Sebagai bentuk solusi jangka pendek dan jangka panjang, Pramono menggagas sebuah pendekatan kultural dan keagamaan yang diberi nama “Manggarai Bersolawat”. 

Adsense

“Sehingga saya akan mengagas apa yang dinamakan Manggarai Bersolawat. Saya akan undang kelompok-kelompok yang bertikai di sana. Ada RW 4, RW 5, RW berapa begitu. Duduk bareng. Apa sih akar permasalahan yang sebenarnya,” jelasnya.

Menurut Pramono, pendekatan ini bertujuan untuk membangun rasa saling menghargai antarwarga melalui nilai-nilai keagamaan dan budaya. Dia menekankan pentingnya dialog dan keterlibatan semua pihak dalam menyelesaikan konflik sosial yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Baca juga : Pemerintah Komit Terus Perbaiki Program Makanan Bergizi Gratis

“Dengan demikian ada pedekatan kultural, keagamaan, orang dihargai. Tapi juga mereka problemnya memang banyak yang belum mendapatkan pekerjaan,” kata Pramono.

Pramono menambahkan, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder sangat penting dalam menyukseskan inisiatif ini. Ia pun telah menginstruksikan Wali Kota Jakarta Selatan untuk segera menyiapkan pelaksanaan program ini.

“Yang jelas semuanya dilibatkan stakeholder yang ada. Dan saya akan segera minta wali kota untuk mempersiapkan itu,” ujarnya.

Pramono juga mengingatkan bahwa meskipun masyarakat di Manggarai mayoritas menjalankan ibadah dengan taat, namun kenyataan soal masih maraknya aksi tawuran menunjukkan adanya kontradiksi yang harus dibenahi bersama.

Baca juga : Targetkan 138 Ribu Tenaga Kerja, Program Padat Karya Tunai Mulai Dilanjutkan

“Ya kita aja duduk bareng. Karena mayoritas di Manggarah ini kan mohon maaf agamanya Islam. Sholatnya rajin, tapi taurannya juga sering kan gitu. Sehingga dengan demikian ini untuk didamaikan bersama-sama,” tutup Pramono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense