RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih melakukan kajian komprehensif terkait penataan Car Free Night (CFN).
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan, kajian yang tengah disiapkan mencakup berbagai alternatif lokasi dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk kenyamanan masyarakat dan potensi konflik sosial.
"Saat ini kami sedang siapkan kajian komprehensifnya. Berbagai alternatif terus dimatangkan, setelah itu akan kami laporkan ke Pak Gubernur, Pak Wagub untuk dibahas. Dan tentu disitu akan ada diskusi," kata Syafrin kepada wartawan dikutip, Senin (30/6/2025).
Gubernur DKI Jakarta sebelumnya juga sempat menyatakan, pelaksanaan CFN tidak boleh mengganggu kepentingan masyarakat yang menggelar hajatan.
Menanggapi hal tersebut, Syafrin menegaskan, pertimbangan semacam itu menjadi bagian penting dalam proses kajian.
Baca juga : Dirjen Perdesaan Imran Minta Maaf, Pinjaman AIIB Dikaji Ulang
"Itu tentu menjadi salah satu faktor yang kita kaji,” ujar Syafrin.
Syafrin mengisyaratkan, pihaknya tidak terpaku hanya pada kawasan Sudirman-Thamrin. Alternatif lokasi lain tengah disiapkan, namun belum disebutkan secara rinci titik-titiknya.
“Ada beberapa,” jawab Syafrin singkat saat ditanya soal lokasi alternatif selain Sudirman-Thamrin.
Lebih lanjut, dia menegaskan, tidak menutup kemungkinan CFN dipindah ke tempat lain yang lebih minim potensi konflik.
“Ya, bisa. Bisa saja tidak di Sudirman-Thamrin. Di beberapa lokasi yang kita usulkan itu nantinya akan dibahas secara komprehensif,” tuturnya.
Baca juga : Listrik Aman Terkendali, Formula E Jakarta Melaju Tanpa Gangguan
Proses penentuan lokasi baru akan melalui kajian pro dan kontra secara menyeluruh. Menurut Syafrin, lokasi yang akan dipilih adalah yang memiliki manfaat besar dan konflik sosial paling minim.
“Sehingga alternatif lokasi itu akan sangat variasi dengan berbagai pro-cons yang nantinya itu dibahas bersama. Mana yang cons-nya sedikit dan pro-nya banyak itu tentu yang akan menjadi pilihan. Karena itu yang minim konfliknya,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, Pemprov DKI Jakarta sedang mendalami rencana pelaksanaan Car Free Night.
Kebijakan ini merupakan versi malam dari Car Free Day yang sudah berjalan setiap Minggu pagi. Tujuannya adalah menghadirkan ruang terbuka publik yang dapat dinikmati warga di malam hari tanpa kendaraan bermotor.
“Car Free Night. Ini sedang dilakukan pendalaman, ketika saya diskusi dengan Wakil Gubernur dan juga dengan tim,” kata Gubernur Pramono di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (26/6/2025).
Baca juga : BUMD Didorong Ikut Atasi Pengangguran
Lebih lanjut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, program ini bagian dari upaya menjadikan ruang publik sebagai tempat berolahraga sekaligus sumber kebahagiaan masyarakat.
"Itu kenapa saya minta sama dinas terkait untuk membuatkan Car Free Day ini menjadi tempat kebahagiaan,” ujar Rano saat menghadiri kegiatan Car Free Day di kawasan Dukuh Atas, Minggu (8/6/2025).
Rano mengungkapkan, Car Free Day masih menjadi program favorit masyarakat, namun harus terus dikembangkan agar manfaatnya lebih luas.
“Ya, kalau saya lihat memang Car Free Day ini menjadi favoritnya. Makanya saya mempunyai pemikiran juga mendapat masukan,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.