Dark/Light Mode

Dirjen Perdesaan Imran Minta Maaf, Pinjaman AIIB Dikaji Ulang

Selasa, 24 Juni 2025 14:33 WIB
Direktur Perdesaan Kementerian PKP, Imran bahas pinjaman dana dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk Program Perumahan dan Permukiman Pedesaan, Senin (23/6/2025)
Direktur Perdesaan Kementerian PKP, Imran bahas pinjaman dana dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk Program Perumahan dan Permukiman Pedesaan, Senin (23/6/2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Perdesaan Kementerian PKP, Imran masih mengkaji rencana pinjaman dana dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang sebelumnya akan digunakan untuk mendanai program pembangunan perumahan pedesaan.

Langkah ini dilakukan setelah masuknya bantuan pembiayaan dari Danantara dan Bank Indonesia, sebesar Rp260 triliun untuk mendukung program perumahan tiga juta rumah. 

“Adanya dukungan Danantara dan BI, kami melakukan review atas potensi pembiayaan dari AIIB. Fokus kami adalah memastikan bahwa setiap skema pinjaman harus benar-benar berdampak bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi backlog hunian yang mencapai 9,9 juta dan rumah tidak layak huni 26, 9 juta,” ungkap Imran saat rapat bersama dengan eselon 1, dan staf ahli di Jakarta, Senin (23/6/2025) 

Baca juga : Ini Rekrutan Pemain Asing Pertama Bali United FC

Imran menegaskan, bahwa pinjaman AIIB bukan satu-satunya pilihan, namun tetap menjadi opsi jika memenuhi prinsip manfaat dan risiko minimal. Namun Dirjen perdesaan ini akan mengutamakan bantuan pembiayaan dari dalam negeri lebih dulu untuk program Rural Housing and Settlements Project (RISE). 

“Sebelumnya, saya minta maaf kepada Pak Menteri PKP karena kami dari Dirjen Perdesaan belum mengetahui adanya bantuan dari Danantara dan BI, sehingga kami berinisiatif mengajukan pinjaman ke AIIB. Dengan adanya bantuan dalam negeri, kami akan mengkaji ulang rencana pinjaman ini,” katanya 

Dia menjelaskan, bahwa usulan dana pinjaman ke AIIB sebelumnya akan dipakai untuk membantu program Rural Housing and Settlements Project (RISE). Total pinjaman sekitar 1.500 juta dolar amerika, dan sudah masuk dalam blue book 2025-2029. 

Baca juga : Rapat Dengan ADB, Dirjen PTKR Kaji Ulang Rencana Pinjaman Dana Luar Negeri

Menurutnya, untuk mengatasi backlog perumahan yang tinggi dengan keterbatasan APBN, makanya dibutuhkan adanya pencarian sumber dana alternative, seperti loan. 

“Gap jumlah unit dapat diatasi dengan sumber dana alternative. Dan AIIB sudah menyampaikan komitmen dukungan pendanaan ini. Namun karena adanya bantuan dari dalam negeri, pinjaman luar negeri ini akan dikaji ulang,” tegasnya.   

Dalam usulan blue book 2025-2029 Direktorat Jenderal Perumahan Perdesaan, pinjaman AIIB akan dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan dan infrastruktur perumahan dan permukiman layak huni di Perdesaan, Dukungan penguatan kelembagaan dan kebijakan untuk pembangunan perumahan dan permukiman terpadu serta perencanaan investasi dan manajemen proyek dan bantuan teknis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.