BREAKING NEWS
 

Mudahkan Mobilisasi Anker Di Stasiun Cikini

Gubernur Pramono Kaji Opsi Bangun Jembatan

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : DAUD FADILLAH
Rabu, 20 Agustus 2025 06:50 WIB
Warga melompati pagar di proyek peninggian pagar area Stasiun cikini, Jakarta, Selasa (12/8/2025). (Foto: M Qori Haliana/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempertimbangkan masukan masyarakat untuk menambah fasilitas di kawasan Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, untuk memudahkan mobilitas penumpang kereta yang biasa disebut Anak Kereta (Anker). Salah satunya, membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Pram mengaku, sudah mengetahui pagar di depan Stasiun Cikini, tingginya ditambah se­hingga sulit dilompati lagi.

“Tapi itu belum menyelesaikan persoalan, karena yang akan naik transportasi umum di sana, jalannya kejauhan,” kata Pram di Taman Margasatwa Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (14/8/2025).

Baca juga : Ameera Khan, Ngebet Dinikahi Jefri Nichol

Karena itu, lanjut Pram, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tengah mempertimbangkan penambahan fasilitas untuk mempermudah penumpang, termasuk pembangunan JPO. Tujuannya, supaya masyarakat tidak berputar terlalu jauh.

Berdasarkan Pantauan Rakyat Merdeka (14/8/2025), sejumlah penumpang Anker, melompati pagar yang belum ditinggikan. Tidak hanya pria, ibu-ibu yang membawa balita pun ada yang melompati pagar tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Francine Widjojo mendukung peninggian pagar Stasiun Ci­kini. Namun, dia menyarankan agar dibuat akses masuk-keluar stasiun yang tidak terlalu jauh, dengan menyediakan JPO atau pelican crossing.

Baca juga : Hukum Harus Jadi Pedang Keadilan yang Tak Pilih Kasih

Menurut Francine, ada alasan tertentu di balik banyaknya penumpang KRL yang melom­pati pagar Stasiun Cikini. “Untuk menuju pintu masuk di bagian tengah, pejalan kaki harus menempuh jalan memutar yang cu­kup jauh,” kata Anggota Komisi B DPRD DKI ini, Rabu (13/8/2025).

Menurut Francine, langkah KAI membuat jalan memu­tar, tidak salah untuk mence­gah pintu masuk menjadi lo­kasi drop off atau pangkalan ojek, dan mencegah pengguna KRL menyeberang di tempat yang tidak ditentukan. “Selain menyebabkan kemacetan, ini juga berbahaya bagi penumpang KRL,” ujarnya.

Adsense

Karena itu, Francine mengu­sulkan solusi yang bisa diterima semua pihak, ketimbang mening­gikan pagar. “KAI dapat bekerja sama dengan Pemerintah Provin­si DKI, untuk menyediakan lokasi mengantar dan menjemput penumpang,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense