BREAKING NEWS
 

Mudahkan Mobilisasi Anker Di Stasiun Cikini

Gubernur Pramono Kaji Opsi Bangun Jembatan

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : DAUD FADILLAH
Rabu, 20 Agustus 2025 06:50 WIB
Warga melompati pagar di proyek peninggian pagar area Stasiun cikini, Jakarta, Selasa (12/8/2025). (Foto: M Qori Haliana/RM)

 Sebelumnya 
Dia juga berharap, PT KAI bisa melibatkan Pemprov DKI guna mengkaji lokasi yang sesuai untuk JPO atau pelican crossing. Dengan demikian, ada akses yang mudah dijangkau dan membuat Anker semakin nyaman menggunakan moda transportasi umum. “Dengan sendirinya, akan membuat ma­syarakat mau berpindah ke moda angkutan umum dan meningkat­kan jumlah pengguna KRL,” tandasnya.

Menurut Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko, pema­sangan pagar pembatas di area pedestrian Stasiun Cikini, sejak awal bertujuan menjaga ketertiban dan keselamatan, sekaligus mencegah pengendara maupun Pedagang Kaki Lima (PKL) mangkal di area tersebut.

“Jika area ini dibiarkan terbuka, akan berdampak pada ter­ganggunya arus lalu lintas dan potensi risiko keselamatan peng­guna jalan maupun penumpang KRL,” kata Ixfan dalam keterangannya, Rabu (13/8/2025).

Baca juga : Ameera Khan, Ngebet Dinikahi Jefri Nichol

Tapi, karena pagar tidak ter­lalu tinggi, banyak Anker yang melompati pagar demi memang­kas jarak tempuh. Terutama, yang tujuannya ke seberang jalan. Jika mengikuti jalur yang disediakan, mereka harus berputar dan berja­lan sekitar 200 meter.

Persoalannya, melompati pagar sangat berbahaya, baik bagi Anker maupun pengendara yang melintas di Jalan Cikini Raya. Mengingat, jalan tersebut meru­pakan jalur cepat. Karena itu, jelas Ixfan, KAI Daop 1 Jakarta bersama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan penertiban akses keluar masuk penumpang, dengan meninggikan pagar pedestrian dari 100 cen­timeter (Cm) menjadi 170 Cm.

Langkah ini, menurutnya, diambil menyusul maraknya pengguna KRL yang melompati pagar pembatas. Padahal telah disediakan akses resmi melalui pintu utara dan pintu selatan stasiun yang terhubung dengan Halte Transjakarta.

Baca juga : Hukum Harus Jadi Pedang Keadilan yang Tak Pilih Kasih

Ixfan menguraikan, volume pengguna KRL di Stasiun Cikini antara 25.000-30.000 orang per hari pada hari kerja (Senin-Jumat), dan 11.000-15.000 orang per hari pada akhir pekan (Sabtu-Minggu).

Tingginya mobilitas ini, lanjut Ixfan, membuat penataan ak­ses penumpang sangat penting untuk mencegah insiden serta memastikan kelancaran layanan.

Dia pun mengimbau kepada seluruh pengguna KRL untuk senantiasa mematuhi aturan yang berlaku, menggunakan akses resmi yang telah disediakan dan mengutamakan keselamatan ber­sama. “Kami sangat mengharap­kan dukungan dan kerja sama masyarakat, agar fasilitas umum dapat digunakan secara tertib dan aman,” ucapnya. [RAA/DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense