BREAKING NEWS
 

Standar Layanan Waktu Tunggu Belum Terpenuhi

Bus Stop Perlu Beratap Dan Fasilitas Untuk Duduk

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Minggu, 7 September 2025 06:25 WIB
Salah satu bus stop di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Foto: Dede Iswadi/RM)

 Sebelumnya 
Pilihan tersebut masuk akal, terutama saat panas atau hujan. Apalagi, trotoar di sini tidak ramah pejalan kaki. Banyak mo­tor wara-wiri di atas trotoar, ke arah Stasiun Pasar Minggu atau ke Kalibata. Selain itu, meski sudah petang, sinar matahari masih terasa menyengat.

Minimnya fasilitas di bus stop ini pun jadi sorotan Anggota De­wan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Francine Widjojo.

Francine mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memperhatikan kenya­manan dan keamanan di bus stop.

Baca juga : Italia Bak Badak Seperti Gattuso

“Khususnya pada trotoar yang sempit, tanpa mengurangi ke­amanan dan kenyamanan bagi pejalan kaki maupun penyan­dang disabilitas,” kata Francine kepada Rakyat Merdeka, Kamis (4/9/2025).

Francine prihatin dengan kondisi sejumlah bus stop yang minim fasilitas. Sehingga, penumpang transportasi publik harus menahan terik matahari dan basah-basahan ketika hujan. Parahnya, kadang waktu tunggu bus juga tidak pasti. “Banyak yang mengeluh, menunggu sam­pai 30 menit,” tandas Anggota Komisi B DPRD DKI ini.

Padahal, ingat Francine, mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 2 Tahun 2024 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Layanan Angkutan Umum Transjakarta, seharusnya waktu kedatangan antar kendaraan, maksimal 5 menit pada waktu sibuk, dan maksimal 10 menit pada waktu tidak sibuk.

Baca juga : Final US Open: Sinner Vs Alcaraz, Perebutan Tahta Petenis No.1 Dunia

“Jika belum dapat menyediakan standar pelayanan mini­mal dengan headway 5-10 me­nit, maka Pemprov DKI harus mengakomodir bus stop yang lebih nyaman, memiliki atap dan bangku,” sarannya.

Keluhan perihal minimnya fasilitas di bus stop, antara lain disampaikan melalui akun Insta­gram @soegiejhon. Dia menyebut, banyak bus stop yang cuma tiang plang, penanda lokasi Mikrotrans berhenti untuk menurunkan atau menaikkan penumpang.

Keprihatinan @soegiejhon muncul, setelah melihat orang lanjut usia (lansia) berdiri dan kehujanan saat menunggu Mikrotrans. Padahal, dia berpendapat, seharusnya transportasi publik memberi kenyamanan bagi semua kalangan, termasuk kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil dan anak-anak.

Baca juga : Tunjangan-tunjangan Dipangkas, Gaji Anggota DPR Rp 65,5 Juta/Bulan

“Harapan kami, Pemprov bisa menyediakan fasilitas sederhana berupa kursi dan peneduh di titik-titik bus stop Mikrotrans. Hal kecil seperti ini sangat berarti bagi kenyamanan dan kesela­matan warga yang mengandalkan transportasi publik setiap hari,” tulis @soegiejhon. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense