RM.id Rakyat Merdeka - Halte bus Transjakarta, Jaga Jakarta, memajang sisa kebakaran akibat kerusuhan di dalam sebuah etalase kaca. Hal ini menjadi alarm alias pengingat untuk masyarakat bahwa amarah memberikan dampak buruk.
Halte yang sebelumnya bernama Senen Sentra itu sudah berfungsi kembali, bersih dan terang.
Bus-bus biru berhenti. Orang-orang keluar masuk.
Baca juga : Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Sita Dua Rumah Senilai Rp 6,5 Miliar
Di salah satu sudut, ada etalase dengan kaca bening menyimpan kenangan pahit. Isinya bisa dilihat siapa saja: kipas angin hangus, besi hitam terpuntir, bongkahan beton rapuh.
Barang-barang itu pernah terpanggang api. Sisa amarah yang pernah menyala dalam demonstrasi berujung kerusuhan pada akhir Agustus 2025.
Bukan karena lupa memperbaiki, tapi untuk mengingatkan bahwa halte yang sebelumnya bernama Senen Sentral ini, pernah dibakar para perusuh.
Baca juga : Penyakit Kronis Garuda Tumpul Di Depan
Setiap mata yang lewat, seperti diajak berhenti sejenak, menatap pecahan sejarah yang diawetkan. Ada pesan tersirat: kota ini bisa hancur dalam sekejap, namun tetap berdiri tegak bila warganya mau menjaga.
Di halte ini, pagi itu, Senin (8/9/2025), Gubernur Jakarta Pramono Anung hadir. Berseragam cokelat. Beremblem resmi. Khas Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Orang-orang biasa menyingkatnya: Pemprov DKI.
Seperti biasa, raut wajah politisi senior PDIP berpanggilan Pak Pram ini tenang. Namun, ada gurat letih, seiring dibakarnya sejumlah fasilitas publik oleh para perusuh di Jakarta.
Baca juga : Ikuti Jejak Stainer, Verstappen-Hamilton Merambah Ke MotoGP
Pram berdiri di depan prasasti peresmian. Menatap sejenak ke arah orang-orang yang berkumpul. Sejurus kemudian, ia membungkuk, menandatangani nama baru fasilitas publik ini: Halte Jaga Jakarta. Nama Halte Senen Sentral, resmi tinggal kenangan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.