Dark/Light Mode

Penyakit Kronis Garuda Tumpul Di Depan

Kamis, 11 September 2025 06:15 WIB
Timnas Indo­nesia U-23. (Foto: Instagram/timnasindonesia)
Timnas Indo­nesia U-23. (Foto: Instagram/timnasindonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelatih Gerald Vanenburg berdalih ada masalah serius pada menit bermain para Garuda Muda di level klub. Meme rindu STY pun bertebaran di jagat media sosial.

Perjalanan Timnas Indo­nesia U-23 bak roller coaster dalam setahun terakhir. Dari mencetak sejarah ke semifinal Piala Asia U-23 2024, kini untuk sekadar lolos ke edisi 2026 pun tak mampu. Dalam laga terakhir Kualifikasi Grup J di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Garuda Muda ditekuk 0-1 oleh Korea Selatan.

Tahun lalu, mereka bagaikan pahlawan bangsa, menumbang­kan raksasa seperti Australia dan Korea Selatan dalam perjalanan heroik menuju semifinal Piala Asia U-23 2024.

Baca juga : Ikuti Jejak Stainer, Verstappen-Hamilton Merambah Ke MotoGP

Kini, tim yang sama jatuh ter­jerembap, cuma finis kedua di Grup J kualifikasi yang ironisnya berlangsung di Tanah Air. Di bawah asuhan Gerald Vanenburg, Garuda Muda yang bertindak seb­agai tuan rumah justru melempem. Kemenangan satu-satunya hanya diraih atas tim lemah, Makau. Selebihnya, mereka ditahan im­bang 0-0 oleh Laos, dan diperma­lukan Korea Selatan.

Pukulan pamungkas bu­kan hanya soal skor. Laga itu membongkar sebuah ‘penyakit kronis’ yang sepertinya sudah menular dari tim senior: tumpul di depan.

Tercatat, tujuh tembakan dilepaskan oleh para pemain Garuda Muda, namun tak ada satu pun yang mengarah tepat ke sasaran. Fenomena ini persis seperti yang terjadi pada timnas senior saat ditahan imbang Leba­non, di mana sembilan tembakan juga gagal menemui target.

Baca juga : Baru Sehari Dilantik Sudah Didemo, Beri Kesempatan Menkeu Bekerja

Kegagalan ini membuat po­sisi pelatih Gerald Vanenburg kini berada di ujung tanduk. Ini adalah kegagalan keduanya secara beruntun. Sebelumnya, ia juga gagal membawa timnya menjadi juara Piala AFF U-23 2025.

Vanenburg mendapat tongkat estafet melatih Timnas U-23 yang sebelumnya digenggam Shin Tae Yong (STY). Atas semua kegagalannya, dia berda­lih ada masalah serius berupa menit bermain bagi pemain-pemain U-23. Menurutnya tak semua pemain mendapat jam terbang yang banyak di klub masing-masing sehingga mem­pengaruhi performa saat mem­bela timnas.

Vanenburg pun mendapat pertanyaan lanjutan soal STY yang sebelumnya juga memiliki masalah serupa dan tetap bisa membawa Timnas U-23 me­langkah ke semifinal Piala Asia U-23 2024.

Baca juga : Prabowo Sepanggung Lagi Dengan Xi Jinping Dan Putin

“Kalau dibandingkan ya, di sana ada Marselino (Ferdinan), (Rizky) Ridho, ada Ivar Jenner, (Rafael) Struick, (Justin) Hubner dan seterusnya pemain-pemain yang bagus ya. Kalau kita cuma berlatih misalnya lima hari, mer­eka bisa mengalami 2-3 bulan bersama. Jadi, dari sisi itu ya agak sulit dibandingkan,” jawab Vanenburg. Meme publik rindu STY pun bertebaran di jagat media sosial. [JON]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.